Hosting Unlimited Indonesia

Trilogi B2B - Jilid 2 : Alas Baluran

Setelah berpisah dengan om Rizky di Alun-alun Situbondo, Kami melanjutkan perjalanan ... masih dihari yang sama. Target hari ini minimal sampai di Pelabuhan Ketapang.

Rutenya musti melintasi alas (hutan, ... Redaksi) Taman Nasional Baluran. Yang masih dibumbui dengan cerita mistis, tentang setumpuk batu-batu yang akan kembali diposisi semula meskipun sudah berulangkali dipindahkan. Dilokasi inh juga kerap menjadi titik mogok truk-truk besar.

Alas Baluran merupakan sebuah kawasan hutan yang merupakan taman nasional, terkenal dengan satwa endemik ... banteng jawa, yang dibelah jalan raya yang merupakan jalur pantura yang berakhir di Ketapang, Banyuwangi.

Sekitar jam 2 siang, Saya sudah bersiap melintas alas Baluran. 2 botol besar air kemasan, sepotong roti dan sekotak madu. Jarak sekitar 30 km dengan estimasi waktu tempuh 2 sampai 3 jam. Rutenya rolling-rolling ga ada warung, hanya ada pos polisi yang menjadi titik break para pengendara.

Yo wis, bismillah ...ga ada tanjakan yg ga bisa digowes, sejauh apapun pasti pasti dimulai dari gowesan pertama. Istiqomah aja segowes demi segowes. Rute Alas Baluran disambut dengan tanjakan .. lumayan curam.

Selanjutnya mulai melintasi satu persatu pohon jati .. dominasinya.. diawal-awal nanjak terus, tak begitu tinggi tapi lumayan panjang. Jalan aspalnya bergelombang dipinggir-pinggir pertanda sering dilindas kendaraan dengan tonase besar.

Sesekali Kami mesti turun ke bahu jalan yang terdiri dari bebatuan kecil, ketika terpepet truk yang berpapasan, huh ... nasib ... size does matter.. jiah.

Setelah setengah rute mulai terdominasi oleh turunan-turunan, bonuslah setelah tanjakan-tanjakan diawal-awal rute. Beeak sejenak disitus yang menarik untuk foto-foto, waduk Bajul Mati yang sedang tahap pembangunan.

 
Setelah cekrek sana - cekrek sini, puas-puasin sambil ambil nafas, basahi tenggorokan. Kami lanjut gowes menyelesaikan rute Alas Baluran, dominasi turunan dan jalan yang lebih halus. Eh.. rupanya dari Waduk tadi ending Alas Baluran sudah tidak jauh.

Endingnya berupa gerbang menuju masuk Taman Nasional Alas Baluran. Karena penasaran dan baru jam 4 lewat, oh ya.. berarti Kami menyelesaikan etape eute Alas Baluran dalam 2 jam lewat dikit. Syukur .. timingnya pasa banget, melintas saat jam-jam tidak terlalu panas dan tidak juga kemaleman dalam hutan.

Tiket masuk TN Baluran lumayan mahal, 17 ribu, ... didapat dapat melihat savana, yang berakhir di tepi pantai. Membelah savana dengan jarak sekitaran 12 km. Dengan jalan aspal rusak, tapi itu kata si om Jagawana. Karena Kami tidak sanggup melintas jalan makadam, hanya sekitar 2km Kami minggir ... seduh kopi dan ... balik kanan menjelang maghrib. Ohya. ... didalam tersedia.kuga penginapan dengan harga paket 100 rb permalam.

Gowes hari ini, berakhir di sebuah penginapan di Tanjung Wangi, sekitar 4 km sebelum pelabuhan penyeberangan Ketapang. Kami memutuskan untuk menyeberang besok hari. Perlu waktu untuk bersih-bersih, mandi besar, cuci-cuci. Meskipun tiap hari jersey dicuci tapi karena prosesnya kurang sempurna, jadi bau tengik, dan rembesan basahan dari tas tempat perlengkapan mandi, nampaknya perlu dikeringkan sempurna, agar besok masuk Bali dalam kondisi wangi, cerah, ceria ... haghaghag !!!

>>> bersambung <<<

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 


Trilogi B2B - Jilid 2 : 1000 KM

Konon ceritanya, jalan pantura Jawa yang dibangun oleh Gubernur Jendral Dandeles KM 1000 nya terletak di Panarukan, Situbondo, sedang titik KM 0 nya berada di Anyer.

Tapi, jangan tanya Saya ya bener apa engganya. Saya juga belum pernah ukur. Setidaknya itulah kata Om Rizky yang menemani gowes Saya dan Om Choir dalam perjalanan Jombang - Ketapang.

Malam ke-5, setelah makan kemaleman sekitar jam 11 ... di Warung Tenda Biru punya pak Haji Kholis, ... saebelum PLTU Paiton. Kami ditawarkan menginap. Dirumahnya .. eh salah warungnya, lebih tepat emperan tokonya... sesih banget ya... haghaghag ..!!!

Perjalanan dimulai di Hari ke-6 pagi sekali, sekitar jam 5 sudah cabut, ... sebentar kemudian memasuki tanjakan-tanjakan di Pembangkit listrik Paiton. Hmmm.. lumayan pagi-pagi sarapan tanjakan


Om Rizky ini goweser lokal Situbondo yang kebetulan berpapasan di Sekitar Besuki. Dengan sepeda semacam Federal ternyata beliau balik kanan dan menyapa Kami. Dan jadilah, guide yang bercerita panjang lebar.. lumayan ada teman ngobrol.



Banyak bercerita tentang rute-rute yang akan dilewati, termasuk tugu 1000 KM yang nampak ngejreng seperti di foto. Merupakan monumen penanda bahwa lokasi ini tepat 1000 km dari Anyer.

Kami berpisah, om Rizky belok kiri di alun-alun Situbondo ... basa-basi menawarkan mampir - Saya menolak halus... perjalanan masih panjang.

Next Alas Baluran

>>> Bersambung <<<


" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 

Trilogi B2B - Jilid 2 : Good Speed

Dalam film Hollywood berjudul The Rock, yang dibintangi Sean Connery dan Nicolas Cage, Cage memerankan seorang ahli kimia yang diberi tugas negara melumpuhkan roket-roket yang dikuasai teroris. Nama perannya adalah Good Speed.

Dalam salah satu cuplikan dialognya, ada penjelasan bebas mengenai arti kata GOOD SPEED.  Artinya kira-kira "menikmati perjalanan". Cmiiw, bener ga ya.. ya udah anggap aja begitu.

Seperti itulah inti dari turing #trilogib2b Saya, memang panjang dan melelahkan. Bayangkan 1000 km lebih, harus dilalui dengan gowesan sepeda. Jika 1 kali gowes sepeda melaju 10 meter, hitung sendiri ya.. berala ratus ribu kali gowes untuk mencapai 1000 km.

Tapi, jika dilihat dari sisi lain .. nikmat itu justru bisa lahir dari hasil jerih yang sangat payah. Pun dalam perjalanan, Saya banyak ditanya atau menerima statemen dari orang yang ngajak ngobrol. "Saya bisa bayangin capenya !!!" Paling Saya cuma nyengir sambil balas statemen ... jalanin dan nikmati gowesannya. Susah memang kalau sudah jobi... jiah..!!



Perjalanan dilanjutkan, setelah berhasil mengantarkan om Wowor ke Nganjuk .. esok harinya.. Jumat, setelah Jumatan di Masjid Agung Nganjuk .. kami berpisah, Saya dan on Choir ambil jalan ke kanan menuju Mojokerto, om Wowor dan om Agus ke kiri menuju Kediri.. Lagi ..!

Dan, seperti inilah sebuah perjalanan... kadang muncul skenario-skenario yang tak terduga. Mwnjelang Maghrb, om Choir minta nengokin makam mantan presiden RI ke-4 .. almarhum Gus Dur. Dan Saya yang biasanya berorientasi target, kali ini ya aja..


Kami sampai di lokasi makam Gus Dur yang ternyata terletak di Pesantren Tebu Ireng pas jam Break. Sekitar jam Maghrib dan baru akan dibuka setelah Isya.

Sambil nunggu waktu, Kami berputar-putar mencari kopi dan ditawari oleh penduduk setempat yang sedang nongkrong diwarung kopi. Seperti biasa, Saya dan Om Choir mendadak jadi selebritis .. heboh.. mjnta foto-foto .. jiah.

Ketika Saya mengutarakan maksud mampir di Jombang untuk ziarah ke Makam Gus Dur, respon sangat positif. Dianterin, ditawarin mandi bahkan menginap di Pesantren... asyik ..!

Jadilah hari pertama, etape Nganjuk - Ketapang hanya berakhir si Nganjuk. Tapi .. nikmati ajalah perjalanannya...

>>> bersambung <<<

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! "

Trilogi B2B - Jilid 2 :Teman Seperjalanan

Awalnya Saya sebenarnya ingin menghadiri perhelatan akbar MTB FI, Jamnas 3 yang diadakan di Kediri, 19- 21 Mei. Tapi secara tiba-tiba berubah haluan ... sekalian aja nyebrang ke Bali.

Padahal teman perjalanan sudah dapat, om Wowor ... dan sudah regiatrasi, akhirnya dengan tetap komitmen awal, Saya antar dia ke Kediri.. meskipun harus membuang waktu 1 hari karena rutenya melambung.

Pada hari keberangkatan tanggal 16 mei, dapat kabar teman .. om Agus di Nganjuk, yang rutenya terlintasi beraedia gowes bareng nganjuk - kediri. Jadilah, saya antar om wowor ke Nganjuk... dari sana om wowor bergabung sengan Om Agus dan teman-teman fedalang lanjut giwes ke Kediri.



Rute yang ditempuh Bekasi - Karawang - Subang - Indramayu - Cirebon - Brebes - Tegal - Pemalang - Pekalongan - batang - kendal - semarang - purwodadi - sumber lawang - sragen - ngawi - madiun - caruban - nganjuk. Jarak tempuh 700 km kurang sedikit.

Rute dominasi flat, lurus, panas membosankan. Saya yang gowes aja bosen,.. apalagi nanti yang baca ya.. okelah diskip dibagian itu. Hanya yang perlu dicatat, untuk gowes dengan jarak yang exstrem jauhnya, ukuran sepeda ya.. tidak hanya cukup dengkul extra, faktor mental lebih dominan.

Trouble sepeda terjadi justru diawal-awal perjalanan. Sepeda Saya bermasalah di Ban belakang sampai 2 kali. Setelah tertancal pecahan beling akibat buang stir menghidari motor yang nyebrang sembarangan. Dan esoknya ban luarnya sobek samping.

Kesabaran ditengah kelelahan, tetap istiqomah. Bahkan teman seperjalanan yang pada awalnya dianggap sebagai penyemangat bisa menjadi sebaliknya, nambahin bete. Pernah Saya baca artikel itlah alasab kenapa peturing yang keliling dunia kebanyakan sendirian.

Bagian seru dari perjalanan gowes dari Bekasi - Nganjuk ada di etape Purwodadi - Sragen. Selepas Purwodadi, menembus hutan yang menurut orang setempat bernama Alas Ngundi. Hari masih pagi ketika Kami mulah menelusuri jalan Raya yang membelah alas Ngundi.

 Dengan trek rolling perpaduan antara tanjakan dan turunan membuat warna dan suasana berbeda dari pada perjalanan Kemarin yang hanya didominasi rute flat.
Selepas alas Ngundi, rute terpecah 2 .. di Sumber Lawang .. jika menyeberang rel kereta menuju Sragen Kota tapi melambung. Lurus Sumber lawang, pinggiran Sragen. Tembusannya sama, jalan utama Solo - Surabaya.

Tapi rupanya salah pilih rute, rute sumber lawang didominasi jalanan rusak parah yang membelah pesawahan. 66 km yg dominan rutenya jalan parah membuang waktu kami 2 jam lebih lam.. padahal secara jarak lebih dekat. Ini jalan potong.

Alhasil, kami baru metapat dinganjuk jam 10 malam dihari ketiga.

Perjalananmasih panjang.

>>> bersambung <<<

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! "




DiY : Power Bank 10.000 MAh seharga 20 ribuan

Kata orang zaman ayena...  kebutuhan pokok itu makan,  pakaian,  dan powerbank...  haghaghag! Hanya saja untuk mendapatkan powerbank kapasitas besar dan realcapacity perlu merogoh kocek yang cukup dalam.  Sebagai perbandingan Saya pakai Powerbank V-Gen 10K MAh,  itu harganya diatas 300ribu.

Memang sih banyak powerbank murah meriah tapi bikin marah-marah.  Harganya memang murah tapi...  katanya 10K MAh tapi buat cas Asus Z5..  baru 40%,  powerbanknya sudah habis.  Beda dengan yg real capacity seperti V-Gen..  sanggup cas 5 sampai 6 kali dengan kondisi 100%.


Kebutuhan akan powerbank,  paling dirasakan saat kondisi akses ke sumber listrik terbatas. Salah satunya adalah saat bersepeda long distance journey alias gowes turing yang menempuh jarak ratusan km dan waktu berhari-hari. Powerbank dibutuhkan untuk menyalakan senter dimalam hari,  gps,  hp,  dll.

Kehabisan daya powerbank menyebabkan terganggu bahkan membahayakan.  Untuk menyiasati harga powerbank bagus yang mahal,  yuk mari Kita rakit sendiri.  Penampakannya seperti foto diatas yang warna putih.

Bahan yang diperlukan cuma baterei bekas laptop yang masih bagus.  Ini termasuk barang limbah,  biasanya cell baterei laptop yang berisi 6 buah,  jika batereinya asli bawaan laptop..  masih asli buatan jepang. Kualitasnya..  hmm jaminan made in japan lah..  good!  Kita membutuhkan 5 buah baterei dengan kode no.  18650 ini.  Fyi : baterei laptop model 18650 made in japan..  ada juga yg jual baru..  di toko online www. jakartanotebook. com harganya sekitar 50 rb / satunya.


komponen yang kedua adalah casing dan kit rangkaian carger dan suppliernya. Masih di www. jakartanotebook. com ada beberapa model..  silahkan cari sendiri sesuai yang dibutuhkan.  Saya pakai yang model 5 baterei harganya cuma 21 rb.

selanjutnya,  batereinya tinggal disusun dicasing kit powerbank sesuai petunjuk,  test dicas dan ngecas..  Jika sudah yakin tutup casing..  Hanya kelemahannya tutupnya ga rapi,  ga bisa rapat.  Saya musti tambahin solasi listrik agar tampak kokoh.  Dan lumayan berat,  karena batereinya real capacity.


Proses cas baterei powerbank made in sendiri dengan baterei made in japan ini lumayan lama.  menghabiskan waktu seharian sampai lampu indikator baterei berhenti berkedip.  yang artinya powerbank penuh 100%.  Begitu juga untuj ngecas HP,  Saya test untuk  cas Asus Z5 sanggup 6 kali cas full.  keren kan.. !!!

Untuk diperjalanan,  proses casnya bisa dengan solar panel DiY,  untuk tutorialnya bisa dilihat dilink ini.. http://www.uthitgowes.my.id/2016/02/diy-charger-solar-panel-v20.html?m=1

Semoga berguna ..

Full Gowes atau Loading

Loading is not crime, setuju ... tapi fullgowes itu sebuah cerita seru ! Salah satu kelebihan bersepeda adalah proses perjalanan untuk mencapai destinasi yang kadang lebih seru dibanding deskripsi cerita ketika mendarat ditujuan.



Cerita seru tentang jarak yempuh, tentang tanjakan ngehe, tentang 1 kali nafas 2 kali gowes, tentang dengkul ngebul, tentang turunan tajam nan mulus, atau turunan curam yang bikin rontok badan.

Sedangkan loading adalah alternatif, untuk menyiasati waktu tempuh, kondisi darurat, atau pilihan agar mempunyai waktu dan tenaga yang cukup untuk memaksimalkan eksplorasi objek destinasi.

Sebagai contoh, jika ke Bandung tapi memiliki waktu hanya 2 atau 3 hari ... loading adalah pilihan yang masuk akal. Sisa waktu banyak yang cukup untuk menjelajah ke Dago, Tebing Keraton, Ciwidey, Pengalengan atau tempat lain.

Lain halnya jika 5 hari. Tentu loading menjadi kebanggaan dan menambah seru cerita tripnya.

Pilihannya kembali ke masing-masing individu gowesernya. Yang takut cape silahkan loading. Kalau Saya tetap fullgowes, pilihan utama. Tapi loading juga ga haram.. gimana sikon aja.!

Proses Rebuild Federal : Tahap 1 - Repaint

Kayaknya memang kecenderungan ya, suka barang-barang tua. Awalnya mobil, eh sekarang sepeda. Sama sekali ga diniati. Lagi gemar sepeda, juga akhirnya jatuh hati sama sepeda tua. Namanya barang tua sudah pasti kondisinya sudah memprihatinkan, terutama cat. Jadi keidean bikin tulisan mengenai proses rebuild sebuah sepeda tua. Salah satu proses itu adalah repaint.

Ketika dapat frame federal dengan kondisi cat penuh koreng... hehehehe.. maksudnya catnya sudah terkelupas disana-sini, .. sudah repaint tapi pilok akhirnya, diputuskan untuk cat ulang. Dalam proses cat ulang, bagian paling njlimetnya adalah membuang cat lama.


Cara paling mudah "kerok" cat lama adalah dengan paint remover. Cairan sejenis air keras yang bereaksi dengan cat. Paint remover bisa didapatkan ditoko material dengan kisaran harga 25 rban.

Cara pakainya cukup disapukan dengan kuas, tunggu beberapa menit sampai cat menggelembung. Selanjutnya kerok dengan kape. Untuk bagiab-bagian yang agak sulit seperti disambungan las, proses pengerokan bisa dibantu dengan sikat kawat. Proses ini memerlukan pengulangan beberapa kali sampai sisa-sisa cat terutama detail yang terselip kecil disela-sela las bersih sempurna.



Harap siapkan seember air bersih untuk membasuh bagian tubuh yang kena cipratan. Cipratannya jika mengenai kulit akan terasa terbakar, basuh dengan air akan meredakan. Atau lebih safety menggunakan sarung tangan dan pelindung kulit lainnya.

Proses ini memang paling " njlimet" dan membutuhkan kesabaran. Untuk mendapatkan frame yang bersih sempurna dari cat.


Untuk frame Federal Street cat seri awal ini, konsep Saya sengaja dibuat agar kuat kesan jadulnya. Jadi, Saya memerlukan frame yang bersih sempurna, karena warna yang ditonjolkan adalah warna besi (silverstone). Tampilannya sepintas mirip titanium.. haghaghag !

Setelah itu, dilanjutkan digosok menggunakan batu ijo dan amplas 1200 agar karat, dan belang sisa residu hilang... kinclong ! Gosok terus !!! Cuci bersih dengan sabun colek dan keringkan.

Sebelum difinishing, saya ingin menambahkan anting rd (rearend), menambah bidon menjadi triple bidon, dan menambahkan eyelet untuk rack. Untuk rearend prosesnya harus dilas.

Proses terakhir adalah melapisi dengan cat clear. Untuk melindungi bahan frame hi-ten dari karat.

Frame siap.. siap untuk dirakit !

Hosting Unlimited Indonesia