Hosting Unlimited Indonesia

Curug ke-3 : Ciherang dan Tanjakan Super Ngehe

Journey Kita kali ini adalah rangkaian kegiatan gowes wisata XPDC-100Curug, dari 100 tapi baru 3, masih banyak banget ya sisanya. Tapi ga masalah, toh orang menghitung memang kan selalu mulainya dari 1.

Curug ke-3 ini adalah Curug Ciherang, berada di desa Warga Jaya - Kecamatan Suka Makmur - Bogor. Kalau dihitung total jarak tempuh dari rumah dikisaran 66 km atau kali 2 untuk pp, 132 km. Yang istimewa Saya dan tim  Curug Hunter melakukan perjalanannya pada hari kerja, Selasa 8 September kemarin.

akhirnya ... sampai di tanjakan terakhir sebelum curug ciherang

Debit air Curug Ciherang saat ini, meskipun di tengah musim kemarau masih lumayan besar. Meskipun tidak sederas sekitar bulan Juli saat Saya survey naik motor ke sana. Tapi masih lebih deras dari pada Curug Cigamea yang hanya seperti kucuran air di pancuran di rumah. 

Viewnya juga keren, di pertigaan yang ada tiang tulisan selamat datang naik sedikit ke atas Kita akan disuguhi pemandangan lembah dan trek jalan yang baru dilewati meliuk, dengan latar belakang Gunung Batu, cool dah pokoknya!

hampir sampai coy, 800 meter lagi ..

teman ga ninggalin teman ...

Hanya saja bro, .. tanjakannya sadis banget, Super Ngehe ! Sebenarnya perjalanan sudah mencapai 90% atau disekitar km 55 dari rumah termasuk cepat. Jam 11 Kami sudah memasuki desa Suka Makmur. Berarti harusnya sudah tinggal menuju desa Warga Jaya dan itu tidak sampai 10 km. Tapi apa yang terjadi, Kami memerlukan hampir 4 jam untuk menaklukan tanjakan-tanjakan di 10 km terakhir. 

Sudah seperti mau copot jantung dan dengkul, di tanjakan-tanjakan itu bahkan Saya hanya mampu mengayuh pedal  50 kali harus berhenti untuk mengambil nafas, sadis.

tanjakannya bikin dengkul ngebul, bau sangit !

tanjakannya bikin dengkul ngebul, bau sangit !

Terik panas matahari membuat Kami cepat lelah, sudah tidak terhitung berapa botol air mineral yang Kami habiskan. Tapi untungnya Kami punya Tim Curug Hunter yang pantang balik kanan sebelum sampai tujuan. TTB pun kami rela lakukan demi bisa njebur di air Curug, hehehhehehe .. 

Akhirnya skitaran jam 3 sore, Kami mencapai tujuan Kami Curug Ciherang. Asrinya pemandangan di Curug dan dinginnya air membayar usaha keras Kami sampai dengkul bau sangit untuk sampai di Curug Ciherang full gowes.

elok ...

curug kembar, eloknya ...

om choir in action ...

Angkat terus om ... bawa sampe curug

om farid mandi di kolam paling bawah, kami mandi di curug (atas) dan kami kencing disana ...

tim curug hunter edisi ciherang Om echo, om ade, saya, om Farid, om Choir, dan om Nana ..dari kiri ke kanan

Perjalanan ke Curug full gowes memang seperti tobat sambel. Meskipun susah payah dan berpikir menyerah justru itu yang membuat Kami Tim Curug Hunter merasa semakin penasaran memburu curug yang lain.

Tim pulang jam 5 sore, seperti biasa. Kami mengutamakan keselamatan, karena hampir sama semua tipikal curug dimana titik-titik terakhir perjalanan berangkat adalah full tanjakan atau titik awal kepulangan adalah full turunan. Kami membutuhkan bantuan cahaya matahari agar pandangan mata kami maksimal melahap turunan yang extra cepat. Pulang yuk ah .. sampai jumpa diartikel mengenai the next curug !

Upgrade Fork, Biar Kekinian

Akhirnya harus menyerah pada fork asli bawaan Federal, dratnya sebagian sudah aus jadi sering banget oblak. Takut kalau patah di jalan. Lagian juga, meringis kalau gowes ketemu jalanan makadam, pegel bro ..! Jadi akhirnya harus realistis tapi tetap ekonomis.

proses operasi kaki depan si kucing liar dilakukan di bengkel Usaha Baru, Kranji !

Meskipun harus melepas identitas Federal yang identik dengan shock Rigid. Ga apalah, yang penting merasa lebih aman dan nyaman. Sempat konsultasi ke beberapa teman yang lebih berpengalaman, sebenarnya bisa diperbaiki dengan dilas tambal daging kemudian dibuat ulang dratnya di tukang bubut.

Tapi, dirasa masih beresiko. Takutnya gagal malah cuma buang duit. Ya sudahlah ! ganti baru Saja. 

Federal ini yang menjadi contoh upgrade fork dengan shok suspensi, RST Capa. Tunggangannya om Farid

RST Capa T80


Ketika gobar ke Curug Ciherang kebetulan tunggangan om Farid juga Federal tapi sudah modif fork dengan dengan tipe RST Capa. Jadi semakin yakin untuk upgrade Federal Wildcat juga, kan udah ada contoh jadi ga takut gagal.

MTB klasik seperti Federal masih menganut teknologi steertube drat. Berbeda dengan MTB zaman sekarang yang sudah menggunakan steertube model jepit. Ukuran steertube juga berbeda, Federal Wildcat menggunakan steertube ukuran 22 mm. Atau lebih dikenal dengan headtube standar, sedangkan MTB sekarang menggunakan headtube OS (oversize) yang biasanya berukuran di 25.4 mm.

Cukup sulit juga mendapat fork suspensi model jadul seperti itu, akhirnya dapat di toko sepeda di bilangan Kranji. Sebetulnya ada 2 pilihan antara merk Logan dan RST. Tapi karena budgetnya cukup pilihan jatuh yang agak bagus sekalian, RST Capa Travel 80. Harganya kisaran 300rb-an. Hasilnya posisi gowes jadi lebih tegak !

Ok, semoga awet dan lebih nyaman digowesnya. Dan semoga juga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman yang mungkin ada kendala seperti Federal Saya, yang bermasalah dengan dork oblak.

Salam, ...

Point-point yang Perlu Dicek Sebelum Memutuskan Beli Federal

Sudah dapat Federal impianmu ? Eit.. sabar dulu jangan langsung angkut tuh barang. Apalagi kalau dalam bentuk frame + fork saja. Teliti dengan seksama beberapa point krusial ini, agar tidak menyesal setelah dibeli.

Federal itu terkenal sepeda kuat dan bagus. Tapi, karena umurnya yang sudah 20 tahun lebih dan Kita juga tidak tahu bagaimana riwayat pemakaian Federal itu. Mungkin saja si Federal itu pernah jatuh, tabrakan, atau pernah menghuni gudang bersama rongsokan terlalu lama. 


Federal model WildCat


So, ini dia beberapa point yang wajib di cek :


Karat


Cat boleh kusam, baret, atau pudar tapi jangan sampai ada karat. Karat pertanda sepeda Federal kurang terawat atau terlalu lama menghuni gudang bareng barang rongsok.

Cek Drat

Drat itu ulir tempat baut masuk. Ini juga point krusial, cek satu persatu drat di antaranya : drat eyelet, drat bearing bottom, drat brake depan belakang, pokoknya semua drat harus dicek jangan sampai ada yang sudah aus.

Fork, head tube dan headset

Head tube, headset, dan fork adalah komponen yang bekerja extra berat, Federal masih rigid shok, jadi saat masuk jalan rusak tidak ada suspensi yang meredam guncangan. Makanya, paling sering ditemui bagian ini rusak. Headtube retak, fork ulir aus atau  headsetnya pelornya pecah. 

Head tube retak atau pecah

Headtube retak tidak bisa ditoleransi, jika menemukan frame yang headtubenya retak mending dibatalkan saja, cari frame yang lain. Makanya Saya jadikan point cek sendiri karena penting sekali.

Frame tidak simetris

Jika frame bengkok atau sudah tidak center, itu tandanya frame ini pernah tabrakan atau jatuh parah. Batalin saja kalau ketemu frame yang sudah tidak simetris, perlu biaya mahal dan orang dengan keahlian khusus untuk memperbaikinya.

Kelihatannya ribet banget ya, hmmm.. ditambah lagi untuk beberapa point dari cek point di atas juga perlu keahlian khusus. Jadi gimana dong kok ribet amat. Saran Saya, beli aja Federal dari beberapa bengkel atau seller yang sudah rekomendasi dan kredibel di dunia Federal. Kali lain akan Saya kupas tentang orang-orang itu.

Ciri-ciri Sepeda Federal Asli

Rupanya virus Federal sudah menular ke sebagian teman-teman goweser. Buktinya sudah ada beberapa orang yang menghubungi Saya lewat private mesenger, menanyakan kondisi sepeda itu Federal asli atau bukan.

Federal merupakan MTB pertama keluar di Indonesia, di era tahun 1990-an. Bisa dikatakan sekarang sudah model klasik, retro atau vintage. Dan sudah tidak diproduksi lagi. Jadi Federal yang masih beredar sebagian besar merupakan hasil rebuild meskipun masih ada yang original seperti aslinya tapi jumlahnya makin langka.

Bisa dimengerti karena usia sepeda ini sudah tidak muda lagi. Sudah 20 tahun lebih, jadi pasti cat, frame, dan kondisi partnya sudah aus dan ketinggalan zaman. Makanya, banyak yang pemilik Federal yang mengupgrade sebagian komponennya dengan komponen sepeda masa kini. Terutama di Groupset, shock, brake, dll.

Ok, mari menyimak panduan singkat mengenai bagaimana sih ciri-ciri sepeda Federal itu original atau asli. Bukan hanya ditempel decal atau stiker federal saja.

  • Las-lasan sepeda Federal itu terkenal rapi.




  • ada S/N di bawah Bearing Bottom (BB) yang biasanya di awali huruf FC XXXXXXXX

  • Sambungan antara Seat stay dan Seat tube khas Federal, potongan besinya serong.


Di samping itu bahan frame Sepeda Federal masih besi hi-teen, jadi kalau diangkat  terasa lebih berat dari pada sepeda yang berbahan chromoly atau alloy. Itu adalah ciri-ciri umum yang biasanya ada di sepeda Federal. Sedangkan ciri-ciri yang khusus mengikuti model sepeda Federal, seperti eyelet, DO, dll. Okey, itu saja ! Selamat berburu Federal !

Peturing Tangguh

Hehehhehe.. sebenarnya nyadar sih judulnya terlalu berlebihan, kasta Saya masih sangat jauh dari judul itu Tapi kalo ga heboh bukan berita namanya. Jadi mohon jangan dihujat, anggap aja itu doa Saya agar diaminkan oleh Anda semua .. aaamiiin..

Dari sekian genre bersepeda yang pernah Saya coba, mulai dari CFD, XC, dan gowes jarak jauh. Kecuali funbike yang belum sama sekali Saya coba, turing adalah yang paling pas dihati. Menurut Saya di turing itu mewakili kesejatian dari makna gowes. Dalam artian, di genre turing tidak perlu dibuat-buat dan wah. Ada kesederhanaan di sana. 

Mulai dari jenis sepedanya yang umumnya dipakai adalah sederhana, setidaknya ada kesan sepeda turing adalah kasta terendah dari kasta sepeda yang lain. Dalam makna harfiah bisa diartikan sepeda termurah dari pada sepeda kasta lainnya. Meskipun tidak semua, tapi pada umumnya seperti itu. 


Juga secara kepribadian yang melekat pada seorang peturing tangguh, sederhana, baik hati dan tidak sombong.. hehehhe.. ! Ini betul, dan Saya buktikan dari beberapa kejadian dimana Saya harus berinteraksi dengan goweser dari beberapa genre sangat beda karakter mereka.

Hal ini bisa dijelaskan begini :

  • yang pertama, seorang peturing berinteraksi dengan trek alami dan bergaul dengan kondisi jalanan yang mengharuskan mereka santun, tetap rendah hati, tidak ugal-ugalan. Ya tentu saja, wong naik sepeda kok ugal-ugalan gimana caranya?
  • kedua, di jalan, sepeda dikondisikan dalam posisi paling rentan. Rentan disalip atau rentan disenggol oleh kendaraan bermotor. Mau tidak mau seorang peturing harus legowo dan menerima dengan lapang dada, ceila.. bisa aja ..!
  • ketiga, ... Dengan distance yang sangat jauh untuk ukuran sepeda turing yg digowes dengan rata-rata kecepatan dikisaran 20 km/jam. Seorang peturing harus sabar, berkemauan kuat dan pantang menyerah, pantang bro peturing balik kanan kecuali ada kejadian luar biasa yang memaksa tidak bisa melanjutkan perjalanan.
  • Godaan dijalan juga banyak banget, biasanya dihari-hari awal perjalanan akan tergoda untuk balik kanan mumpung belum jauh, naikin bak terbuka saat ketemu tanjakan ngehe, dll.
  • di dalam perjalanan turing yang bisa memakan waktu berhari-hari bahkan mungkin berbulan-bulan, seorang peturing sudah dihadapkan akan kondisi yang memaksa harus survive. Masalah tempat bermalam/tidur, makan, gangguan kriminalitas, kekerasan, pemerasan, perampasan, dll.
Hmm.. banyak sekali yang bisa digali sebenarnya dari artikel ini, termasuk saat sesi bintang tamu di Jambore Sepeda Jatiluhur kemarin yg salah satunya adalah pasangan suami istri yang bisa keliling Indonesia, sangat inspiratif. 

Dan Saya perhatikan, mengenai kepribadian peturing yg menarik menurut Saya adalah karena usia mereka memang rata-rata tidak muda lagi jadi secara pengalaman, sudah banyak makan asam garam kehidupan. Yang membuat mereka, para peturing tangguh makin ramah dan santun. 

Saya berharap suatu saat bisa menjadi seperti mereka, gimana jalannya ? Jalani saja .. berusaha saja, hasilnya terserah yg memiliki hidup. Aaamiiin ..!

Rute Jalur Bekasi - Jatiluhur Full Gowes

Jatiluhur merupakan waduk, yang salah satu terbesar di Indonesia. Terletak di Kabupaten Purwakarta - Jawa Barat. Dengan yang full gowes kemarin itu berarti ini kali ke-3 Saya mengunjunginya. 

Awal sih diotak Saya, Jatiluhur itu jauh banget. Apalagi kalo harus ditempuh dengan full gowes, tapi ternyata tidak lebih jauh dari Cigamea. Oya .. kalo mau tahu pengalaman Saya full gowes ke Cigamea ini linknya.


Ternyata rute PP Bekasi - Jatiluhur tercatat hanya 175 km di cyco computer yang tersemat di Sepeda. Padahal awalnya Saya berharap bisa memecahkan rekor sebelumnya yang 180 km. Mungkin salah satu faktornya karena saat perjalanan pulang, kami dipandu oleh teman-teman dari Goweser Karawang. Memotong rute lumayan panjang.



ini arah jalan pulang yg di marshal in goweser karawang, di Babakan Cikao, naik getek ..  banyak motong jalur ! Lumayan ...


Rute Perjalanan


Dari Bekasi, rute yang Saya tempuh kemarin adalah lewat Kalimalang. Menyusuri Kalimalang sampai di km 0 nya di Curug Klari. Dari situ naik ke Jalan Curug, terus belok ke Kiri arah kota Purwakarta. Mulai dari jalan Curug  ini, jalanan sudah mulai banyak tanjakan.


Sebenarnya saat berangkat, perjalanan berputar dulu ke kota Purwakarta tepatnya di Lapangan Polres Purwakarta, nah baru dari sana Lanjut ke Waduk Jatiluhur. Bagian yang paling seru dan melelahkan justru dibagian 1/4 terakhir. Mendekati Waduk Jatiluhur tanjakannya udah mulai super ngehe. Extrim, panjang dan ga abis-abis.



Jadi PR-nya tinggal di nafas. kalo dengkul dah kuat, hanya nafas yang belum sinkron dengan dengkul.

Mulai harus sering break di tanjakan-tanjakan terakhir, kadang harus 2 kali break untuk mengambil nafas. Saya lebih memilih berhenti sejenak untuk mengambil nafas dari pada harus TTB mengingat sepeda yang Saya pakai penuh dengan gembolan.

Di Pertigaan Cilalawak, Saya memutuskan untuk ambil kanan, meskipun sebagian jalan makadam, tapi lebih landai. Mulai memasuki jalanan makadam sekitar 2 atau 3 km, selanjutnya adalah jalanan aspal yang mulus tapi lagi-lagi ampun dah tanjakan melulu.


Sampai akhirnya melintas tanjakan terakhir, pertemuan pertigaan yang jalur pisah di Cilalawak tadi itu selanjutnya adalah turunan tajam yang meliuk memerlukan kehati-hatian menarik tuas rem. Jangan sampai nyusruk !


Akhirnya, sampai di Pelabuhan Biru Waduk Jatiluhur, tempat kami bike kemping malam itu.



piknik kita Masbro ...!
Keesokan harinya, setelah tenda-tenda dan perlengkapan dipacking ulang dan masuk di pannier. Perjalanan pulang dimulai. Rute memotong dari jalur kemarin berangkat. Di daerah Babakan Cikaso, kami memotong jalur sebelum pertigaan Cilalawak. Naik getek dan amazing ga terlalu jauh tembusnya di pertigaan Jalan Curug. 

Melewati jalan makadam ternyata Saya sudah sampai di Curug Klari, km 0 Kalimalang. Rute selanjutnya tinggal menyusuri Kalimalang pulang menuju rumah di Bekasi. Sekitar jam 4 sore Saya sudah sampai di rumah.


Perjalanan panjang yang menyenangkan, sayang tidak bisa memecahkan rekor sebelumnya.



Sensasi Rasa Bike Kemping

Dulu waktu masih muda, sering kemping di gunung, pantai, atau curug. Dan  masa itu kini bisa terulang kembali, setelah kira-kira 10 tahun yang lalu. Hanya saja beda sedikit berbeda, kemping Saya di saat sekarang pakai sepeda untuk mencapai destinasi. Dan pengalaman pertama bike2campingnya ada di Pelabuhan Biru - Jatiluhur.

menikmati kebersamaan dalam kesederhanaan ala bike2camp

Sore itu sekitar pukul 5 , setelah menempuh perjalanan sekitar 100 km dari rumah, akhirnya rombongan kami tiba di Pelabuhan Biru - Waduk Jatiluhur. Di bawah siraman cahaya matahari sore yang mulai melembut, mulailah kami membuka tenda sebagai tempat bermalam Kami nanti malam.

Banyak sensasi rasa yang berdenyut di kalbu ini, saat detik-detik itu Saya ulang kembali setelah 10 tahun tidak pernah Saya lakukan. Rasa rendevous yang membuat tersungging senyum bahagia. Menggelar tenda, menyambung frame, mengembangkannya, dan kemudian memasang pasaknya. Sengaja viewnya Saya arahkan ke arah sunset Waduk Jatiluhur. Indahnya ...

sejenak memandang sunset itu seperti menghirup aroma kopi hitam dan kemudian meneguknya. Wangi, hangat dan manis menyeruak ke indra penciuman dan kemudian mengalir ke tenggorokan untuk kemudian menghangatkan perut
Ketika tenda sudah berdiri untuk kemudian sejenak memandang sunset itu seperti menghirup aroma kopi hitam dan kemudian meneguknya. Wangi, hangat dan manis menyeruak ke indra penciuman dan kemudian mengalir ke tenggorokan untuk kemudian menghangatkan perut. Suit-suit !!! .. indah banget, nostalgia yang sempurna.

Dan ketika sunset sudah tenggelam sempurna, gelap sudah mulai merayap. Saya nyalakan kompor spirtus DiY, buat kopi dan mie instan. Kawan-kawan pun mulai mengerubung, bersama menikmati segelas kopi dan sepiring mie instan.

cuma mie instan, dimakannya pun langsung ditempat.. tapi rasanya seperti mie tumis di mie aceh intan .. hahahahah
Dalam keterbatasan, makanan cuma mie instan dan roti pemberian panitia. Mie instan pun cuma diwadahi potongan botol bekas. Kopinya juga sama. But, sensasi rasanya tidak sama seperti ketika minum kopi di warung tadi.

Malam semakin merayap larut, pukul 10 Saya sudah masuk tenda. udah ngantuk. Tapi, masih terdengar obrolan om Dadang dan kawan di luar. Saya menyeruak keluar bergabung dalam obrolan ngalor-ngidul. Sayang kalo tidur sore-sore, sampai akhirnya tersadar karena kedinginan tidur diluar hanya beralas matras dan sarung. Balik ke tenda melanjutkan tidur, zzzzzzzzz !!!

Menggulung tenda, packing siap-siap pulang ke dunia nyata !

Pagi harinya, Kami robohkan tenda untuk melanjutkan rangkaian kegiatan event JSN 1. Kayaknya, sepulang dari sini akan banyak cerita-cerita bike2camp selanjutnya. Asyik !!!

#jamboresepeda
#bike2camp
Hosting Unlimited Indonesia