Hosting Unlimited Indonesia

Gowes Gaya 69

Hush ! jangan ngeres dulu ya, be positive ! Gaya 69 disini adalah aliran gowes sehat, gowes dari jam 6 sampai jam 9 pagi. Haghaghag !

Menurut beberapa literatur yang pernah Saya baca, waktu yang tepat untuk aktivitas olahraga adalah pagi sebelum jam 9 dan sore setelah jam 3.

Alasannya karena organ tubuh dalam kondisi maksimal direntang jam itu, dan radiasi sinar matahari juga masih bersahabat.

Dan, efek olahraga maksimal bagi tubuh bila dilakukan minimal 20 menit.



Kalau mengenai event Cuter yang gokil, NR sampai pagi, begadang, hujan-hujanan. Itu sangat tidak sehat, bukti paling aktual adalah salah satu peserta di event Cuter terakhir ke Cigeuntis sehari kemudian sakit batu pilek.

Yah, apalagi penyebabnya kalau bukan fisik yang kaget akibat disiksa tanjakan, udah nanjak, begadang, praktis tidur itu tidur ayam .. tidur tapi masih denger suara orang ngobrol. Ditambah lagi pulangnya hujan-hujanan.

Kesimpulannya, gowes sehat adalah gowes dipagi hari sebelum jam 9 atau sore dari jam 3 sampai jam 6 dengan durasi minimal 20 menit atau sekitar 10 km.

CU at Next Artikel ..




Cleat, Tanjakan, dan Kontroversinya

GA NANJAK .. GA ASIIIK !!! haghaghag .. boong itu, yang betul itu nanjak bikin termehek-mehek, bikin ngap-ngapan, bikin ngos-ngosan. Bikin kapok, tapi nagih ... bingung kan ? Udahlah ga usah dibahas, memang ga masuk akal.

Baru-baru ini, diinternal Cuter sedang ramai masalah cara melibas tanjakan dengan efektif dan menyenangkan, sehingga tak perlu sampai termehek-mehek.




Mungkin saking penasarannya, 2 orang cuters sengaja pakai sepatu cleat saat gowes bareng Cuter ke Curug Cigeuntis. Tapi hasilnya tidak tetap aja TTB di tanjakan S, haghaghag.

Padahal secara pendapat dari para master di Cuter yang raja tanjakan, cleat sangat membantu meningkatkan power. Lebih efektif karena ada power tambahan efek menarik pedal.

Merubah Gaya Gowes


Contoh cleat diatas Itu bukan Saya loh ya .. Masih kering kantong nih buat beli cleat .. padahal kali Cipamingkis sekarang udah banjir .. haghaghag. 

Kemarin itu .. saat di Curug Cigeuntis Saya justru masih setia dengan sandal gunung. Tapi dengan merubah gaya gowes, lebih tepatnya posisi badan saat melibas tanjakan.

Caranya begini, Saya memanfaatkan berat badan untuk menambah power kaki mengayuh pedal. Bisa dengan 2 cara :
  • Berdiri atau memajukan badan dan posisi (maaf) pantat lepas dari sadel.
  • menggeser badan hingga posisi pantat hanya sedikit menempel diujung sadel.
Kelebihannya, gerakan mengayuh pedal akan lebih bertenaga karena terbantu dengan berat badan. Gaya pertama untuk tanjakan terjal yang pendek dan gaya kedua untuk tanjakan panjang.

Sebaiknya cara diatas dilakukan dengan rasio gear yang agak berat, gear depan boleh no. 1 dengan kombinasi gear belakang tengah. 

Ide ini muncul karena jika menggunakan megarank tenaga dikaki masih tersisa tapi nafas habis.

Kelemahan gaya ini power atau tenaga akan lebih besar keluar, tapi hemat nafas. Kekurangan kedua harus disertai feeling atau merasakan kaki, bagian paha terutama agar tidak tertarik atau kram.

Alhamdulillah, sukses diterapkan ditanjakan S Curug Cigeuntis dan tanjakan sebelum pasar Cibarusah. Tapi .. lebih valid dan signifikan hasilnya setelah test ditanjakan super ngehe Curug Ciherang yang akan Saya remed Sabtu depan bareng PXR Bekasi.

Hasilnya akan Saya tulis dalam bentuk artikel selanjutnya.


CU at Next Artikel ..

Tips Gowes di Jalan Raya, Safety First !

Jangan sok jago dah, secara sepeda itu makhluk paling lemah di jalan raya. Apalagi kalau gobar (gowes bareng) terus jalan dikuasai, berjejer sampai 2 - 3 baris ... ckckckck !


Memang sih, pengalaman selama gobar banyak pengguna kendaraan bermotor yang menunjukan empati dengan cara angkat jempol, menyemangati, bahkan kadang diajak ngobrol. Tapi jangan terus Kitanya jadi nglunjak, dengan bersepeda seenaknya apalagi dijalan sempit.

  • Tips pertama adalah tetap dalam 1 baris, tetap berada di lajur paling kiri. Sekitar 1 meter dikiri jalan, ambil lajur kanan hanya untuk menyalip untuk selanjutnya tetap merapat dikiri dan 1 baris. Terutama dijalan ramai yang sempit, yang hanya ada 2 jalur berlawanan. 
  • Tips kedua, Menyalakan lampu safety, berwarna merah berkedip untuk belakang dan putih depan. Pada saat malam hari atau pada saat hujan.
  • Tips ketiga, pasang safety flag yang akan memudahkan pengendara kendaraan bermotor menyadari keberadaan seorang pesepeda di jalan raya.
Karena bersepeda di jalan raya sama berbahayanya dengan bersepeda downhill. Cuma potensi bahayanya saja yang berbeda. Jika disepeda downhill ancaman bahayanya ada ditrek yang curam, bersepeda dijalan raya bahayanya ada pada kendaraan bermotor.

Yang perlu mendapat kewaspadaan ekstra adalah truk ditanjakan yang termehek-mehek, kontainer yang suka mepet, angkot yang suka belok mendadak.

Maka diperlukan kedisiplinan dan tetap konsentrasi, kadang memang sangat menggoda. Ditengah perjalanan yang panjang, bosen, ngantuk, enak memang ngobrol dengan teman disebelah sambil gowes, tapi berbahaya.

Lihat-lihat situasi, bolehlah tapi dijalanan sepi seperti di jalur Bojongmangu kemarin saat trip Curug Cigeuntis, jalanan lumayan sepi .. hanya sesekali aja mobil melintas.

Keep Safety, Safety First !


CU at Next Artikel ..



DiY : Memasang Safety Flag di Sepeda (Touring)

Dapet request dari pembaca setia blog ini... om Pisang Kremes yang ternyata seorang blogger juga .. ini alamat blognya https://pisangkremes.wordpress.com/,  mengenai bagaimana cara memasang bendera disepeda.

Tapi pasangnya disepeda touring ya .. percaya deh .. kalo dipasang disepeda untuk XC apalagi DH akan menjadi sangat aneh .. haghaghag ...



Yang diperlukan adalah :
  • Kabel tist
  • Joran pancing model tegeg atau fiber tanpa gelang-gelangnya
  • Bendera
Cara membuat :
  • untuk joran pancing pilih model tegeg atau joran pancing yang satu ruas. Jika masih ada gelang-gelang tempat pengait kenur lepaskan dulu
  • untuk joran tegeg,tidak perlu sampai merusak jika terlalu panjang. Cukup lepas satu persatu dengan cara didorong kearah bagian joran yang lebih besar. Sisanya bisa disimpan, masih bisa dipake buat mancing.
  • untuk panjang sesuai selera, kalo Saya 1.3 meter
  • ikatkan joran ke rack pannier dengan kabel tist, ikat dengan kuat agar tidak lepas saat dipakai touring.
  • pasang bendera, biasanya bendera merah putih, bendera komunitas, bendera kota atau komunitas yang pernah disinggahi, terserah .. tidak ada aturan bakunya.
  • jika menggunakan tegeg, tutup bagian bawah dengan karet ban dalam untuk mengantisipasi jika joran diatasnya lepas ada penahannya.


Bendera sepeda berfungsi untuk keselamatan di jalan raya, sebagai identitas dan sebagai kebanggaan. Sudah dibahas di link ini ... http://gowesforhealth.blogspot.co.id/2015/12/bendera-di-sepeda-apa-fungsinya.html.

CU at Next Artikel ..


#‎xpdc100curug 
" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 





Curug Ke-14 : Curug Cigeuntis Karawang

Hari itu, Minggu masih pagi sekitar jam lima ... Saya sudah mulai memasuki kilometer terakhir menuju destinasi gobar NR bareng Cuter. Curug Cigeuntis, yang terletak di Desa Mekar Buana Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Karawang.

Merdu suara burung yang terdengar ditelinga Saya, Ci.. gentis .. ci gentis .. ci gentis .. tis-tis-tis-tis-tis, hehehhehe .. tapi bener loh kalo disimak baik-baik suaranya seperti itu. Suara datang dari rimbunan pohon atau lebih tepatnya hutan dilereng gunung Sanggabuana yang terletak disebelah kanan jalan.

keren dah pokoknya ..

Jalanan masih mulus berupa cor yang tampaknya masih baru selepas tanjakan S, melintasi deretan rumah-rumah terakhir sebelum memasuki kawasan wisata Curug Cigeuntis. Oh ya.. FYI tanjakan S adalah tanjakan ngehe di rute ke Curug Cigeuntis yang berbentuk huruf S. Nanjak .. belok .. nah setelah belokan nanjak lagi lebih terjal .. haghaghag !

Sukses .. semua tanjakan di rute Curug Cigeuntis dilibas tanpa TTB, termasuk tanjakan S dan tanjakan terakhir sebelum pasar Cibarusah arah pulang.

ritual foto keluarga

Trip Curug Cigeuntis yang memakai format NR (Night Ride) untuk perjalanan berangkat, diadakan tanggal 5-6 Desember 2015 memecahkan rekor. Rekor untuk peserta terbanyak selama Curug Hunter mengadakan event. 30 orang, mereka adalah om Doods, om Tri, om Heroe, om Wowor, om Sunita, om Jarode, om Ade, om Kevin, om Kavia, om April, Abah Basuki, om DjaRot, om Pras, Saya, om Nana, om Edis, om Tantowie, om Aleq, om Wewe, om Rajab, om Udin, om Didie, om Toto, om Tyo, om Adam, om Risna, om Arya, om Choir, om Agus, dan 2 orang lainnya dari Karawang .. lupa namanya.

Rekor kedua yang dipecahkan adalah rekor pengguna Federal dan sepeda MTB vintage terbanyak, ada 11 orang. Ada om Nana (Heavy tools), om Doods (Fed Streetcat) om Pras (Fed Monaco), om Tyo (Fed Straycat), om Heroe (Fed Cerini), om Sunita (Federal) om Tantowie (Federal), om Aleq (Federal), om Didie (Federal) dan Saya pakai Wildcat.

kehangatan diawal pagi, ngobrol sambil sarapan bubur kacang ijo

Dulu diawal gobar Cuter hanya Saya yang pake MTB jadul, terus bergabung om Doods, akhirnya virusnya menjalar kemana-mana. Kesan yang didapat menurut om Tyo adalah enak banget gowes nanjak pakai Federal, Haghaghag !

Menjelang pukul 6 pagi, Saya dan gerombolan begundal Cuter sudah memasuki batas terakhir sepeda bisa digowes. Masih ada sekitar 1 km sebelum gerbang Curug Cigeuntis berupa jalanan makadam yang rusak parah, praktis semua TTB. 

trio pickniker's

Tiket masuk 10 ribu perorang, ups .. ada tips jika datang berombongan cobalah negosiasi harga. Minta diskon .. biasanya dikasih diskon lumayan untuk sekedar sarapan di dalam lokasi.

Sampai di Curug, rombongan Karawang sudah menyiapkan bubur kacang ala Pickniker's. Bergabunglah Kami untuk sarapan segelas bubur kacang dan kopi hitam.

kolaborasi keren antara pickniker's dan cuter

Curug Cigeuntis merupakan destinasi wisata primadona di Kabupaten Karawang. Terletak di Gunung Sanggabuana yang menyajikan pemandangan yang asri dengan hawa sejuk, tapi tidak sedingin Sukamantri atau Cibodas.

Curugnya lumayan tinggi, menjulang sekitar 30 meter dengan debit air yang sudah lumayan besar, mungkin karena sudah memasuki musim hujan. Dan curug ini masuk kategori lebar, dinding batunya terhampar disamping kiri curug, menjadi ciri khas.

Masih terjaga kelestariannya terbukti dengan jernihnya air dan pepohonan dilereng lembah yang nampak lebat dan hijau. Sayangnya, kondisi akses jalan dikilometer terakhir rusak parah, menyulitkan untuk mencapai lokasi. Bisa jadi ini semacam pembiaran, karena nampaknya pihak warga yang memiliki lahan parkir dibatas jalan rusak diuntungkan.

Duo Fedlady

Kampung Turis dan Curug Bandung


Menjadi alternatif untuk Anda yang berkunjung kesini, Sebelum Curug Cigeuntis ada 2 objek wisata yang nampaknya menarik. Kampung Turis merupakan kolam renang atau semacam waterboom, sekitar 3-4 km sebelum Curug Cigeuntis. 

Curug Bandung, diantara Kampung Turis dan Curug Cigeuntis, sayangnya karena yang lain keberatan .. Saya mengurungkan niat belok ke Curug Bandung, padahal hanya 500 meter.

pintu gerbang curug bandung, 500 meter menuju lokasi ...

Tapi tak apalah, bisa dijadikan next trip ...



Koordinat Googlemaps Curug Cigeuntis : -6.582968, 107.231151

See ya at Next Trip !


#‎xpdc100curug 
" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 

Bendera di Sepeda, Apa Fungsinya ?

Biasanya sih terpasang di sepeda turing atau aliran sejenisnya, dilengkapi juga dengan gembolan pannier. Biasa terpasang dirack pannier belakang, jadi timbul pertanyaan apa sih fungsinya ?


Pertanyaan yang sama pernah juga Saya simak disalah satu komunitas sepeda vintage, secara biasanya aliran turing atau long distance journey itu memakai sepeda vintage.

Apa sih fungsinya, setidaknya ada 3 jawaban yang masuk akal.

  • Safety Flag

Turing menggunakan sepeda kan rutenya sebagian besar di jalan raya. Berbagi jalan dengan motor, mobil, truk, bis, becak, dokar, gerobak dll.. hehehe ..

Dengan adanya bendera yang biasanya terpasang tinggi dan melambai-lambai tertiup angin akan lebih memudahkan pengguna jalan lain yang lebih kencang, maksudnya kendaraan bermotor .. untuk mengidentifikasi kehadiran sebuah sepeda di jalan raya.

  • Proudly

Sebagai bentuk rasa bangga, selain bentuk stiker yang ditempel di sepeda atau pin yang tersemat dipanier atau topi. Kebanggan itu juga tertempel di tiang berbentuk bendera.

Bisa berbentuk bendera merah putih (wajib) bisa juga bendera komunitas, bendera pribadi atau bendera komunitas atau kota yang pernah disinggahi, makin banyak bendera makin bangga, .. haghaghag !

  • Identity

Memperkenalkan diri dalam bentuk bendera segitiga komunitas atau aliran sepeda yang diyakini oleh gowesernya. Salah satu dari bendera yang menempel di tiang bendera sepeda bisa dipastikan sebagai bendera komunitasnya.

See ya at Next Artikel


#‎xpdc100curug 
#fullgowes‬ 
‪#‎federal‬
‪#‎bike2camping‬ 
‪#‎cuter‬ 
‪#‎picknikers‬
‪#‎gowes4healthdotblogspotdotcom‬

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! "

Tips Memilih Jas Hujan Untuk Sepeda

Sudah memasuki musim penghujan, Bekasi, Bogor, Karawang dan sekitarnya sudah hujan hampir tiap sore. Terhitung Saya dan gerombolan begundal Cuter sudah 2 kali hujan-hujanan saat gobar bareng NR.


Seperti kejadian barusan, kemarin sore menjelang finish  sekitar 30 menit ke rumah hujan mengguyur .. deras pakai banget. 

So ... dilist perlengkapan yang akan dibawa saat gowes perlu ditambahkan .. jas hujan. Menjadi sangat penting untuk melindungi tubuh dan perlengkapan yang menempel dibadan kita. Seperti dompet, hp, kamera, uang kertas, dll.

Dan jangan lupa juga ya, nyalakan lampu-lampu safety, baik lampu depan maupun lampu belakang. Karena dalam kondisi hujan, jarak pandang menjadi terbatas.

Tips Memilih Jas Hujan


Jas hujan banyak pilihan, pilihan dari segi harga, warna, dan model. Yang jelas jangan sekali-kali pilih yang model ponco tentara atau jas hujan model batman. Bakalan ngeribetin untuk gowes .. dah, Haghaghag ...

Lebih baik pakai jas hujan sekali pakai yang banyak dijual di minimart atau toko aksesoris sepeda motor, yang terbuat dari bahan kantong kresek.

Tapi jika termasuk orang yang prepare, pilihan tepat adalah jas hujan yang khusus untuk sepeda. Terbuat dari bahan plastik bagus, dan desainnya juga pres plek dengan tubuh, tidak ngeribetin pas gowes. 

Cuma, yang menjadi point perhatian adalah jika jas hujan bawahan dipakai, perhatikan kaki kanan. Celana jas hujan rentan masuk ke crank. Bisa disiasati dengan cara digulung atau jika punya bisa pakai karet jiret celana.

Pilihan warna yang paling keren untuk jas hujan sepeda menurut Saya adalah transparan. Jika terkena air hujan jersey yang kita pakai masih terlihat jelas. Jadi, .. tetap keren meskipun gowes hujan-hujanan.

Hmm... hujan ? ga masalah .. gowes terus .. asal jangan banjir aja atau petir menggelegar ..!

See ya at Next trip ...

#‎xpdc100curug 
#fullgowes‬ 
‪#‎federal‬
‪#‎bike2camping‬ 
‪#‎cuter‬ 
‪#‎picknikers‬
‪#‎gowes4healthdotblogspotdotcom‬

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! "










Hosting Unlimited Indonesia