Hosting Unlimited Indonesia
Showing posts with label komunitas. Show all posts
Showing posts with label komunitas. Show all posts

Menginjakan Kaki di Desa Tertinggi di Pulai Jawa, Sembungan !

Konon, Saya berada di Desa tertinggi di Pulau Jawa. Nama desa itu adalah Desa Sembungan yang terletak di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Terletak di ketinggian 2306 mdpl, pantesan dinginnya ga ketulungan, pas malam itu kemping di pinggiran Telaga Cebong yang terletak di sisi desa Sembungan suhu dibawah 15 derajat celcius.

Untuk menuju desa ini, dari pertigaan Dieng Pas ... ambil kiri kalo datang dari arah Wonosobo, melewati telaga warna dan PLTG serta Kawah Sikidang, akan disambut gerbang desanya, kira-kira berjarak 3 km dari Dieng Pas.

gerbang desa tertinggi di p. jawa ... 
Seperti Desa diketinggian pada umumnya, masyarakat di desa ini juga mayoritas berprofesi sebagai petani dengan komoditas andalan kentang. Disamping ada juga sayuran, bawang daun dan carica, dll. 

Oya, mengenai carica, konon bibitnya adalah pepaya seperti pada umumnya.. hanya saja kalau ditanam ditanah Dieng buahnya mengkerut, menjadi kecil dan oleh rata-rata orang sini diolah menjadi manisan carica. Konon begitu ... jiah !

pohon carica, serupa dg pepaya.. banayk ditanam sebagai tumpangsari di pematang dan pinggir jalan
Selepas gerbang desa, Kami disambut deretan rumah yang nampak padat di sebelah kiri jalan. Sedangkan kanan hanya sedikit .. lebih banyak lahan ladang dan jurang. Tidak panjang desanya, hanya selintas menuju Telaga Cebong.

Senyum beberapa warga yang berpapasan di jalan mengantar kami menuruni tebing terakhir, sebelum Telaga Cebong. Telaga Cebong adalah tempat kemp rekomendasi. Terletak di sepanjang pinggiran Telaga yang tak seberapa luas, ini adalah gerbang pendakian menuju bukit sikunir yang merupakan tempat terbaik untuk melihat golden sun rise di kawasan Dieng.

kemping semalam disini, telaga cebongan menjadi horor .. hujan , suhu super dingin, plus tenda bocor .. 

 Kami berencana kesana .. start besok pagi jam 4 pagi. Tapi apa daya .. gatot gatal alias gagal total, suhu yang terakhir saya lihat 15 derajat, plus tenda sewaan yang bocor dan hujan yang tak kunjung berhenti. Memaksa, tidak jadi ke bukit sikunir dan akhirnya ke Curug Sikarim.


1st Anniversary CUTER

Nikmat yang patut disyukuri ... diantara kenikmatan dunia yang lain ... adalah ketika mendapatkan kesempatan menyalurkan hobi. Sebagai tempat menyalurkan kepenatan ... setelah 5 hari berkutat dengan rutinitas ... membuang energi-energi negatif ... karena tekanan pekerjaan. Plus, menambah teman-teman yang seru ... yang sehobi, bersama-sama menghabiskan akhir pekan.


Artis yg di Sponsori oleh COOLANT .. jiah !!!

Cukuplah sebulan sekali, 3 weekend lain puas-puasin utk keluarga dan santai memanjakan tubuh. Uraian diatas adalah ilustrasi yang sangat cocok untuk menggambarkan sepak terjang CUTER. Curug Hunter, sebuah judul atas aktifitas sekelompok begundal ... begitu disebut anggotanya... yang secara aktif 1 bulan 1 kali mengadakan kegiatan GoBar (Gowes Bareng), dengan destinasi curug yang berjarak dibawah 100 km dari Bekasi ... tempat CUTER berasal.


Dan, pada Juli ini ... genap 1 tahun aktifitas para begundal CUTER meramaikan kazanah gowes di bilangan Bekasi. Mungkin CUTER bukan yang pertama dan bukan juga goweser yang baik secara perorangan atau berkelompok gowes ke Curug. Tapi, yang konsisten dan selalu gowes ke curug dan berani deklarasi sebagai Goweser Spesialis Curug, CUTER adalah yang pertama, setidaknya di Bekasi.

Catatan panjang selama 1 tahun, membukukan 45 total curug yang sudah disambangi. Diawal-awal petualangan dengan sepeda, gowes ke Curug bukan hanya sebulan sekali, hampir setiap minggu. Hanya kemudian, karena aktifitas pekerjaan para begundalnya ... diputuskan 1 bulan sekali.


Untuk merayakan 1 tahun eksistensi CUTER, kemarin ... pada tgl 31 Juli 2016 ... CUTER mengadakan funbike bertajuk 1st Anniversary CUTER dengan destinasi Curug Cilalay, Cariu, Bogor. Dihadiri oleh sekitar 100 goweser dari komunitas-komunitas sepeda di Bekasi dan sekitarnya. Ada dari Sobat Gowes Bekasi (SGB), Sogo Bhagasasi, Sabtu Gowes Bareng (Sagobar), perwakilan dari Gober Depok, Picknicker Karawang, PXR (Poligon Xtrada Rider) Bekasi, dan Pagoda (Cikeas).

Sebagai tikum utama ada di Danau Cibeureum Grand Wisata jam 07.00 diberangkatkan setelah rombongan SGB merapat dari basecamp mereka di KR3. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke tikum 2 di Pertigaan Indomaret, bergabung Picknicker, Pagoda, Gober...


Di Pom bensin Jonggol, break utk konsumsi .. disana VW konsumsi dan mobil bak untuk evak sudah menunggu. Mobil evak mulai beraksi dari titik ini, peserta yang sudah tidak kuat, kram, evakuasi sepeda di mobil bak orangnya di VW.

Perjalanan dilanjutkan, setelah tanjakan Balaikambang ... break 10 menit regroup dan ambil nafas. Jam 9.45 .. mulai terbersit kekhawatiran waktu sampai di dam Ciomas molor. Mobil evak beraksi lagi, yang sudah habis naik ke mobil.bak untuk mempersingkat waktu. Acara makan siangpun dipercepat, di Cariu peserta dihimbau membungkus makan siangnya


Jam 11.07 sebagian besar peserta sudah finish dilokasi parkir, warung Siska (Sisi kali) jembatan Ciomas. Tapi acara 1st Anniversary CUTER belum kelar. Masih ada hiking 7 km jalan kaki ... menuju Curug Lalay. Nah, disini keseruan berlanjut. Pemandangan sepanjang 7 km terhampar indah. Kombinasi antara gemercik sungai yang jernih, padi yang terhampar, perbukitan yang indah, dan saung-saung ditengah sawah. Mirip di Bali, jiah ...

Curug Lalay terletak di hulu Sungai Ciomas, di perbukitan Sanggabuana. Masuk di Kabupaten Karawang perbatasan dengan Bogoe, kalau Dam Ciomasnya sudah masuk desa Cikatomahi, Cariu, Bogor. Curug kategori bintang 5 untuk wilayah Karawang besar dan bertingkat-tingkat. 

Setelah berjalan kaki 2 jam, rombongan peserta 1st Anniversary CUTER secara bertahap tiba di Curug Lalay, sebagian kecil naik ke Curug Pengantin yang ada diatasnya. Sebenarnya dekat jalan kaki hanya 30 menit, cuma trek yang dilalui terbilang ekstrim. Mendaki bukit terjal dan ada beberapa titik yang mengharuskan merayap secara horisontal berpegangan pada seutas tali.

Puas mandi di Curug Lalay, peserta mulai beranjak turun. Rombongan pertama sampai di parkiran jam 17.00 bersiap pulang. Sebagian gowes sebagian loading, yang dicari dari mobil bak warga sekitar. dan jam 18.00 Curug Lalay kembali normal setelah hiruk-pikuk yang disebabkan oleh acara 1st Anniversary CUTER selama beberapa jam.

Sebelumnya Cuter sudah pernah 3 kali kesini, Saya record perjalanan itu diblog ini, silahkan baca-baca :

http://www.uthitgowes.my.id/2016/01/curug-ke-17-curug-lalay-masih-perawan.html

http://www.uthitgowes.my.id/2015/08/xpdc-100curug-curug-xio-mas.html



" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 



Curug Semar, Potret Desa Terpencil di Dekat Ibu Kota

Tidak perlu jauh-jauh untuk melihat potret desa tertinggal, teriasolir atau jauh dari peradaban. Tidak perlu ke nunukan, pedalaman riau, atau bahkan suku ptimitif di Papua. Ternyata 50 km dari rumah tergambar jelas, mulai dari infrastruktur jalan yg dengan motor standar bertaruh nyawa untuk melintasinya, listrik disuplay secara swadaya dari kincir-kincir air usang yg berhenti menghasilkan listrik disaat musim kemarau. Dan, cerita anak-anak yang tidak bersekolah karena tidak ada guru apalagi bangku sekolah negeri.

Potret buram yg mencoret peradaban yg katanya sudah memasuki era modernisasi. Bahkan dalam radius yg dekat dengan ibu kota. Miris, Dusun Mulyasari Desa Sukamulya Kecamatan Sukamakmur kabipatrn Bogor, disitu saya memotret dan menjadi saksi betapa pembangunan di Indonesia masih jauh dari kata Merata.


Untuk kenyataan terakhir, bahwa anak-anak disini tidak bersekolah dipangaruhi juga oleh pola pikir orang tua yg masih berpaham "buat apa sekolah". Secara letak, kurang dari 10 km. Meskipun melewati jalan yang tidak ramah, tapi buat orang tua yang gigih dan ingin merubah nasib penerusnya masih masuk akal jika diantar jemput ke SD negeri terdekat, naik motor tidak sampai 1 jam loh.

Tapi apalah, apa urusan Saya, ... hanya merasa prihatin. Hehehehe... cerita diatas bukan isapan jempol ya.. itu kisah nyata yg saya temui saat melintas dusun Mulyasari memburu Curug Cisarua. Sebenarnya Saya sudah kelima kali berada diradius dekat lokasi, dan sudah mendengar tentang keberadaan dusun terpencil ini. Tapi baru kali ini melintasinya. Itupun tujuan utamanya sebenarnya Curug Golek, cuma karena kepagian sampenya makanya sekalian mampir untuk menghabiskan waktu.


Curug Golek, masih dalam satu kawasan dengan Curug Mariuk, Curug Kembar, Curug Hordeng dll. Masuk wilayah Desa Cibadak Sukamakmur. Ini kali ketiga saya dalam 2 minggu terakhir, ya.. tujuannya sama, ke Curug Golek. Cuma yg ini dapet bonus ke Curug Semar yg terletak tidak jauh sari kebun kopi penduduk Mulyasari.

Lewat petunjuk si Om baik hati yang mengantarkan voulenteer-voulenteer dari semacam LSM tapi berisi mahasiswa dan anak SMP-SMA yang mengajarkan AIUEO untuk anak-anak tertinggal di Dusun Mulyasari. Katanya ada Curug yang jaraknya sekitar 1.5 jam jalan kaki dari dusun Mulyasari, nama curug itu Cisarua.


Iya... Cisarua, tapi bukan taman safari ya. Itu nama curug yang secara kebetulan sama dengan nama kebun binatang yang tarifnya mahal itu. Sebetulnya Saya dan kawan-kawan tertarik, hanya karena biasanya selepas bada dhuhur suka ngawur ga menentu, Kami memutuskan untuk menyudahin petualangan edisi kali ini ke Curug Semar yang letaknya 10 menit jalan kaki.

Selepas azan Dhuhur, kami berlima turun ke curug Semar. Menyusuri kebun kopi, ... wah sial. Saya terpelanting .. setelah gagal meraih beberapa kopi yang tidak ikut dipanen, masih menempel dibatangnya .. beberapa biji. Dan, gusrak.. saya terjerembak di semak basah .. untung tidak menimpa pokok kopi. Bisa cidera urusannya.



Curug Semar, biasa aja.. hanya pantas melengkapai portofolio jumlah curug yang pernah dikunjungi. Airnya tidak terlalu jernih, tidak terlalu dingin, juga tidak terlalu tinggi. Masih muda, kayaknya.. karena belum terbentuk kolam atau lebih tepatnya belum dikelola, biasanya sama pengelola akan dibuat kolam yang dibatasi oleh batu-batu disekitar curug yang disusun setengahblingkaran. Mungkin hanya sebagai tempat ngebolang anak-anak dusun.


Tak berlama-lama, Kami meninggalkan Curug Semar dengan cerita miris anak-anak tidak sekolahnya menuju Curug Golek. Dari Kami berlima hanya Saya yang sudah pernah kesana .. ya jadi .. guide dulu lah ceritanya. Sambil belajar cara menjadi guide yang baik. Siapa tahu, suatu saat terpakai .. yang nama ilmu pasti berguna.. kelak..!!!



Sekitar 30 menit berjalan, Kami menapakan kaki diair kali Curug Golek. Curug Golek terdiri dari 2 tingkat... masing-masing membentuk kolam tidak terlalu dalam .. hanya sedada, karena curugnya juga tidak terlalu tinggi jadi asyik buat berenang. Tapi karena Saya tidak bisa berenang, maka Saya hanya bisa melihat om Doods yang berkali-kali salto dan terjun dari atas ... sambil mengabadikan dalam foto dan video.



Kembali kemenu utama, rute. Terletak di Desa Cibadak, Sukamakmur, Bogor ... kurang lebih 47 km dari Bekasi. Seperti biasa tikum di Mabes Alfamidi Cikeas, gowes menyusuri Jl. Nagrak - Indocement - terus lewat jalan utama tembus ke Pasar Citeureup. Di pasar ini belok kiri - Jl. Desa Tajur - Pabuaran. Sampai disini sudah mulai asyik.. nanjak panjang dan ngehe.



Jaraknya sebenarnya ga sampai berpuluh-puluh kilo, tapi karena digowes dengan tanjakan yang sambung menyambung menjadi satu. Perjalanan terasa berat disini, sampai akhirnya nafas terselamatkan ketika mendarat di Warung Sop sebelah kanan jalan, lupa nama warungnya.



Dari sini sudah dekat, nanti akan bertemu pertigaan dengan plang penunjuk arah . .. lurus ke Babakan Madang/leuwi hejo, kiri ke Loji. Kita ambil arah loji, dari sini hanya menyisakan siksaan tanjakan-tanjakan yang secara ajaib mampu membuat putaran roda spin, jalan ditempat.



Ikuti aja jalanan sempit cor...sampai sebelum jembatan ada plang .. Curug Golek.. selamat Anda sudah Sampai. Gowes sampai gerbang tiket, atau ujung cor.. titipin sepeda di rumah penduduk, Kita jalan kaki sekitar 1 jam, cuma menyeberangi 1 bukit. Dibalik nukit itulah curug Golek. Biar tambah seru, ajaklah anak-anak dusun itu, jadikan guide.. tapi ingat jangan tanya tarif, berapa duit? Anak-anak sini sudah tahu duit... cukup kasih 10 atau 20 ribu atau jajanin diwarung terdekat. Sekalian berbagi, senang bisa melihat mereka jajan dan senyum ceria.

Tanjakan Aduhai Curug Hordeng

Kalau dianalogikan, perbedaan sepeda MTB dan Sepeda Turing itu seperti burung elang dan bangau. Elang mewakili MTB yang gesit, sigap bermanuver, lincah dan enteng untuk meluncur turun. Sedang bangau seperti sepeda turing. Bangau sanggup terbang ribuan kilometer saat bermigrasi. Seperti sepeda turing yang memang didisain untuk long distance journey. 

Analogi diatas menjadi gambaran yang pas atas kekonyolan Saya saat  gobar NR Cuter ke Curug Hordeng. Saya salah kostum,.... hadeh. Trek Curug Hordeng pendek (sekitar 40 km) tapi ditaburi turunan curam (saat pulang) dengan jalanan aspal terkelupas brekele. Saya memakai sepeda turing rasa roadbike, alias pakai stang dropbar. Rasanya mau rontok, tangan dan juga sepeda. But, okelah ... buat koreksi di next trip aja. Kita lanjut aja kupas-tuntas event NR Cuter edisi Curug Hordeng. 




Curug Hordeng berada di Dusun Cibeureum, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Sebenarnya relatif lebih dekat dibanding dengan curug-curug lain yang pernah disambangi Cuter. Tercatat dicyclometer 46 km. Tapi... jangan dibayangin mudah untuk mencapainya, karena dari 46 km itu .. hampir 40% nya tanjakan yang aduhai. 

Seperti biasa, kalau buruan curugnya berada di sekitar Sentul, tikumnya di Alfamidi Cikeas. Hehehehe.. dan mungkin karena info tentang tanjakan-tanjakan yg seperti pohon kelapa sudah bocor, maka yang siap mental dan fisik hanya 8 orang, team inti Cuter ... boleh dibilang begitu. 



Dengan pertimbangan jaraknya dekat, tim Cuter edisi Curug Hordeng cabut dari tikum menjelang jam 1 malam. Melewati rute Pasar Citeureup belok kiri, Desa Tajur, ... aman masih datar-datar saja. Nah ... melewati perbatasan Citeureup - Sukamakmur tepatnya di Desa Pabuaran sudah mulai nanjak-nanjak dan tanjakan lebih parah setelah memasuki Desa Cibadak. Tapi, ini belum seberapa dibanding nanti didepan. Setelah pertigaan kearah Leuwi Hejo tanjakannya sanggup bikin ban depan terangkat. Sebelum subuh, sesuai perkiraan dengan tim inti Cuter ... Kami sudah mencapai check point terakhir di sebuah warung sop yang buka 24 jam 300 meter sebelum pertigaan. Kami break disitu, menunggu terang... sebagian tidur-tiduran sekedar mengusir kantuk... NR ini loh.. begadang ! 

Tapi sial, Kami musti buang waktu hampir 2 jam untuk memperbaiki sepeda om Wewe yang rusak. Kerusakan yang serius, dibagian freehub, ga ada pelornya... parah. Saking parahnya ketika pelornya sudah diganti dibengkel terdekatpun tetap oblak,... conesnya sudah kena. Akhirnya .. menyerah om Wewe balik kanan dikawal om Danang. 



Tersisa 6 orang yang lanjut .. tinggal 6 atau 7 km lagi. Perjuangan mencapai Curug Hordeng mencapai titik klimaks ... seru !!! Sekitar 1 km pertama dari pertigaan Cibadak mulai tanjakan pertama, sebenarnya tanjakannya pendek, terus datar, turun nanjak pendek. Tapi, sudutnya curam, suram dah... apalagi ditambah aspal brekele, rusak menyisakan bongkahan batu ditengah jalan yang bikin kagok. Belum lagi motor yang mengganggu konsentrasi nanjak. 

Di tanjakan pertama, lucu dah.. om Udin cah ilang muter-muter aja dibawah. Terhitung 4 kali percobaan tapi gagal. Akhirnya TTB. Masih ada 4 lagi tanjakan sejenis ini, pendek tapi ngeselin. Tanjakan kedua lulus semua, tanjakan ke-3 ditengah-tengah sawah dengan jalanan cor yang tergerus air. 



Tanjakan ke-4, dinamai Tanjakan Choir. Ini tanjakan tersulit, pendek tapi sudutnya sangat curam. Harus pintar-pintar memilih jalan, menghindari jalan rusak. Dan fasih menjaga posisi agar ban depan tidak naik, serta handling agar tidak roboh. Hanya om Nana yang lulus, itu aja rehat untuk ambil ancang-ancang ditengah jalan.

Sekitar 1/2 sebelas setelah melewati gerbang, ... oya.. info tambahan harga tiket naik menjadi 15rb perorang. Perasaan beberapa bulan kemarin masih jeban. Strategi marketing, ternyata sebelum Curug Hordeng sudah dibuka destinasi baru, Curug Mariuk, tiketnya masih jeban. Buruan dah yang mau kemari sebelum dinaikin lagi harga tiketnya. 

Kami parkir dirumah penduduk .. sekitar 500 meter dari gerbang. Dilanjutkan hiking turun naik bukit... sorry lupa nama perbukitan disekitar sini.. lupa nanya maksudnya. Sekitar 1 jam kemudian Kami sudah mulai melihat anak sungai dilembah. Curug Hordeng dulu, dari hulu dulu. 

Dinamai Curug Hordeng, sepintas memang mirip hordeng yang melebar, tapi tidak tinggi. Tingginya paling 5 meter dengan lebar sekiar 15 meter. Terdapat 2 undakan dengan tiap undakan terdapat kolam dengan kedalaman selitar 2 meter. Airnya jernih tapi tidak terlalu dingin, bisa berlama-lama main air disini.



Aliran air menuju kebawah bersatu dengan aliran Curug Kembar, dengan kata lain ... sumber airnya tidak sama antara Curug Hordeng dan Curug Kembar. Menyatunya kedua  aliran air ini dibawah nanti membentuk Curug Baru, Curug Ciburial.

Disepanjang jalur hiking, Kami disuguhi pemandangan elok ... hutan-hutan yang masih lebat ditebing dan lembah, bukit berlapis-lapis.. ada bukti dibalik bukit. Disapui dengan warna langit yang masih membiru,.. memang indah. Terbit rasa syukur, Saya tinggal di Bekasi yang ternyata dekat dengan wilayah Bogor yang masih banyak hutan.. 

Sentul atau Sukamakmur kota kecamatan dengan seribu curugnya. Sudah hampir setahun tim Cuter mengeksplorasi curug.. mayoritas hanya ngubek-ngubek Sukamakmur dan Sentul, disamping Cariu dan Mekar Buana ... selalu muncul curug baru yang belum pernah Saya dengar sebelumnya.



Jam 1 kurang seperempat, Saya dan tim Cuter sudah landing lagi dirumah penduduk tempat Kami menitipkan Sepeda. Tapi kok ya .. ngantuke pol! .. ngopi dulu akh .. ! Nanti jam 1 teng baru turun gunung .... pulang !!! Sudah kangen je.. sama kasur dan bantal dirumah.

Rute pulang, diputuskan rute Pasar Sukamakmur - Jonggol - Cibucil - Pasar Gandoang - Pasar Kojengkang -  Perumahan MGT - berpisah ke rumah
 masing-masing. Fyi : di Pasar Sukamakmur tepatnya dipojokan pertigaan ada warung sop iga sapi yang maknyus.. seporsi 25 rb.. tp Kali ini Kami kurang beruntung, .. nampaknya ada kesalahan siibu warung sehingga nasi yang disajikan sudah tidak fresh lagi.

Letak Pasar Sukamakmur ternyata hanya 8 km dari posisi start Kami, penitipan sepeda. Tapi, ... rutenya rolling.. seimbang antara turunn dan tanjakan. Tercatat ada 3 tanjakan yang lumayan tinggi sehingga mementum meluncur dari turunan gagal mencapai puncak tanjakan, dan ... harus ngicik ... qiqiqiqi !

Benar-benar habis,.. rasa kantuk dan lelah membuat Kami musti break di pertigaan Pasar Kojengkang sekedar untuk mengisi gula,.. sebagai pemicu tenaga terefisien agar bisa mencapai rumah... jiah.. !!!

Dan .. sekitar maghrib Saya mendarat mulus digarasi rumah. Bener ente bilang om Pras... capenya melebihi kemarin gowes #trilogib2b ... Bekasi - Bandung.


Seribu Jalan Menuju Curug Bulao

Awalnya, dulu .. hampir setahun yang lalu .. Saya hanya tahu kalau di Bogor ada Curug Cilember, Curug Cibeureum, Curug Cigamea, dan beberapa yang sudah familiar. Tapi, setelah bergelut dengan Cuter dan mulai perburuan Curug dengan sepeda, ... Subhanallah .. ternyata masih banyak dan ga habis-habis setelah dieksplore hampir setahun.


Gunung Gede di kejauhan

Muncul nama-nama baru yang belum pernah didengar sebelumnya. Dengan keunikan masing-masing. Seperti yang ini, dalam eksplorasi kali ini, masih tetap setia bersama Cuter ... Kami akan menyambangi Curug Cibulao.


Curugnya memang Panjang
Curug Cibulao terletak di kawasan wisata Mega Mendung, Puncak Bogor. Merupakan hulu dari beberapa Curug lainnya seperti Curug Naga, Curug Panjang, Curug Barong, dan Curug Orok. Kawasan yang terkenal dengan hawa dingin segar dan pemandangan yang asri.

Hari itu, di penghujung bulan Maret ... Cuter membuat acara gobar yang dibagi menjadi 2 sesi. Dengan tujuan yang sama tapi dengan rute yang berbeda. Sesi pertama berangkat Sabtu pagi, jam 8 pagi sudah lepas landas dari Alfamidi Cikeas. Mengambil rute Pasar Citeureup, Sentul City, mlipir tol yang akses masuk jalannya disamping mall sentul city. Terus melewati Kali Ciliwung, Bendungan Katulampa, Pasir Angin.


Hosting Unlimited Indonesia

Dari perempatan Pasir Angin ambil lurus, ada sebuah jalan kecil... Cikatapis. Tembusnya nanti jl. Raya Cipayung. Ini bagian perjalanan yang seru... selama beberapa kilometer kedepan jalan Raya Cipayung yang aspal hotmix mulus dan nanjak halus sampai di pertigaan Bank Mega. Dan .. Nanti pas turunnya .. asyik ... gleser .. berasa jadi orang terganteng sedunia, haghaghag !


a Bank Mega

Di Pertigaan Bank Mega ambil kanan, ... ada marka jalan yang cukup jelas menunjukan arah ke Curug panjang ...sekitar 1.8 km. Ohya.. jika lewat rute ini destinasi akhirnya adalah Curug Panjang. Untuk selanjutnya dari Curug Panjang treking jalan kaki sekitar 1 jam ke Curug Cibulao. Bisa juga digowes.

Sedangkan sesi ke-2, berangkat malamnya jam 10 malam .. dari Alfamidi Cikeas - Pasar Citeureup - Sentul - Bogor Kota - Jl. Raya Tajur - Jl. Raya Puncak - berbelok di pertigaan cilember. Nah .. sebenarnya rute ini bisa langsung akses ke Cibulao tanpa perlu transit ke Curug Panjang dulu. Hanya saja, jalannya di kilometer terakhir makadam ... menyeberangi sungai. Makadamnya tidak bisa digowes, harus TTB.


curug Orok


Paginya, berarti hari Minggu .. Setelah regrouping di camping ground Curug Panjang,  Kami ber-16 mulai treking. Curug Panjang hanya berada dibawah camping ground, tinggal ngglosor .. sampai.

Untuk mencapai Curug Cibulao, sebenarnya bisa dengan river treking .. tapi jalan berangkat kami lebih memilih melewati jalanan dan hutan. Sebuah jalan cor yang terbelah tengah, memang dibuat seperti itu sepanjang beberapa kilometer dengan sudut kemiringan yang lumayan terjal. Sebenarnya bisa digowes, tapi .. mungkin buat lain kali. Baru pulangnya Kami melewatu badan sungai.


koordinat googlemaps curug Panjang -6.646267, 106.945131

koordinat googlemaps curug Cibulao -6.645148, 106.950850




CU at Next tips ...


#‎xpdc100curug #fullgowes‬ ‪#‎7persenwarass‬ ‪#‎federal‬ ‪#‎bike2camping‬ ‪#‎cuter‬


" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 


Bike Camping Perdana Cuter

Curug Panjang, Curug Bulao, Curug Orok, dan Curug Barong ... sekali kayuh 4 curug dikoleksi. Setidaknya 4 curug masuk kedaftar portofolio gowes Saya bulan ini. Sudah berapa ya total ... halah sudahlah udah males ngitungnya. Yang jelas ... banyak !

Edisi gowes bulan Maret ini, adalah edisi perdana Cuter mengadakan gowes bike2camping. Setelah menimba ilmu, mengikuti beberapa bike camping dikomunitas sepeda yang lain. 




Ditengah cuaca yang beberapa hari belakangan yang tidak menentu dan cenderung buruk, ada rasa khawatir cuaca buruk membayangi acara bike camping, di Curug Panjang, Minggu ke-3 bulan Maret 2016.

Tapi, tidak seburuk yang dibayangkan. Timingnya pas kali ini, begitu sampai ditujuan hujan turun, sekitar maghrib. Deras dan disertai petir, Kami bergerombol di warung persis di atas Curug Panjang, ngobrol ngalor-ngidul, pesan nasi yang hanya berteman telor dadar dan cabe rawit plus kecap, berhubung laper ya habis. Ditemani susu jahe instan.




Sekitar 1 jam kemudian, hujan mulai reda... Saya melongok ke atas, ke area kemping. Mencari tempat yang cukup untuk mendirikan 3 tenda, dekat dengan sumber air tapi tidak terlalu ramai hilir-mudik orang-orang. Ealah, cuma sekitar 10 menit hujan kembali turun, deras. Akhirnya malam itu, gagal mendirikan tenda, kami menginap dihotel bulan bintang disamping warung.

Tidak banyak yang bisa dilakukan, malam-malam plus hujan. Akhirnya kami hanya memindahkan tempat tidur. Coba itu, jauh-jauh dari Bekasi cuma numpang tidur di Curug Panjang. Belum jam 9, sudah sepi ... Zzzzzzzzzzzzzzz !




Untungnya esok paginya cuacanya lebih bersahabat. Mungkin karena tidur sore, Kami bisa bangun lebih pagi. Jam 6 pagi sudah buka tenda dan menyalakan kompor, ... sarapan seadanya. Menu wajib kemping, mie instan dan segelas kopi. Matahari sudah mulai terang dan kicau burung dihutan diseberang Curug menemani sarapan ... sedap betul !

Rombongan NR datang sekitar jam 7 pagi, ada 10 orang bergabung dengan kami yang sudah menginap semalam. Langsung berbaur, ngopi bareng dan selanjutnya mulai ritual wajibnya... foto+foto.

Curug panjang letaknya tepat dibawah tempat kami kemping semalam, tinggal ngglosor kebawah sampai dah. Heheheh.. airnya sedingin es..  belum berani menceburkan diri, nanti aja ah.. di Curug Bulao.

Lanjut, masih ada beberapa curug dalam 1 aliran sungai.. lebih tepatnya bagian hulunya. Menurut Si om petugas kontrol, hehehehhe dari tadi mondar-mandir bawa ht... kontrol pengunjung yang bandel nylonong tanpa tiket... rute menuju Curug Bulao bisa ditempuh sekitar 1 jam jalan kaki. 

Sebenarnya bisa juga bawa sepeda, tapi karena ada om Arya yang menjadi sukarelawan menjaga tenda dan sepeda. Diputuskan untuk jalan kaki. Rutenya sebagian jalan beton yang menanjak curam. 



Kami mesti bayar tiket lagi untuk masuk area Curug Bulao 10 ribu per orang, tiket untuk sewa pelampung juga 10 tibu,  Oh ya.. harga yang sama juga dikenakan untuk masuk ke Curug Panjang. Kalau tiket kemping berbeda, 30 ribu per orang. Ada juga Tenda yang disewakan kalo dihitung-hitung 70 ribu perorang untuk tenda, sleeping bag dan matras, mininal 3 orang.

Curug Bulao pendek saja, ketinggiannya paling sekitar 3 meter. Tapi dibelakangnya ada Curug Ngumpet yang lebih tinggi. Berhubung Saya tidak bisa berenang Saya hanya bisa melihat curahan air bagian bawahnya. Karena untuk mencapai posisi ideal mengambil foto Curug Ngumpet musti berenang menyeberangi kolam sedalam 5 meter, hi... ngeri ! Takut ah... tenggelam. Menurut papan peringatannya kolam di Curug Bulao ada pusaran air yang bisa menyeret dan menenggelamkan orang... hadeh...!

Nah.. disini Saya akhirnya mandi, airnya super dingin. Sedingin air dibotol yang baru dikeluarkan dari kulkas di rumah... hehehehe.. segar !


Setelah sesi foke (foto keluarga) lanjut ke destinasi berikutnya sekalian arah pulang. Ada Curug Orok dan Curug Barong. FYI : hanya sama nama dengan Curug Barong yang di Leuwi Hejo. Arah rutenya menyusuri kali, atau bahasa kerennya river treking.

Tidak ada yang istimewa dengan Curug Orok dan Barong. Kami lewat rute ini hanya semata penasaran dengan river trekingnya. Memang menantang, dengan debit air yang deras,... kami musti hati-hati memilih pijakan kaki dan ditambah beberapa spot batuannya ditumbuhi lumut. Terpeleset bisa patah tulang terkilir atau hanyut.

Lebih cepat, rupanya ini adalah jalan memotong daripada rute berangkat yang melewati jalan beton. Sekitar 30 menit Kami sudah mencapai basecamp tempat mendirikan tenda. 

Lapar menyergap, dengan inisiatif dari om Bram Kami mendapat nasi, mie goreng, ikan sarden bumbu pedas. Makanan ala kadarnya dengan porsi yang seharusnya terlalu sedikit itu 16 orang yang kelaparan ini digelar diatas daun pisang dari pojokan sono. Praktis dalam hitungan menit ludes hanya menyisakan daun pisangnya doang... haghaghag.

Cukuplah buat bekal pulang sampai ditikum wajib untuk rute pulang, tongseng di rumah makan 3M Sentul. 
Mari pulang, setidaknya ada catatan bagus. Acara bike camping perdana Cuter sukses. Dan menjadi variasi agar tidak cepat bosan... !


CU at Next trip ...


#‎xpdc100curug #fullgowes‬ ‪#‎7persenwarass‬ ‪#‎federal‬ ‪#‎bike2camping‬ ‪#‎cuter‬
‪#‎picknikers‬ ‪#‎gowes4healthdotblogspotdotcom‬

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 


Hosting Unlimited Indonesia


Tour De Tanjung Lesung, (Kalau) Fullgowes 500 Km+ (Part 2)

Maaf pemirsa, kepotong acara liburan akhir tahun bareng keluarga. Dan memang sengaja dibuat dua part tulisan mengenai trip ke Tanjung Lesung, panjang .. mencoba mengulas secara detail.

Cerita kemarin kan Saya akhiri sampai bermalam di Hotel SPBU Labuhan. Keesokan paginya, sekitar jam 05.00 pagi Saya dan om Sunita melanjutkan perjalanan, masih berdua didepan rombongan yang lain.

Karakteristik kontur Labuhan memang unik, geser kearah barat sedikit sudah pantai dan naik kearah timur langsung perbukitan. Keunikan akan tampak dari hasil alamnya, disepanjang jalan banyak sekali para pedagang ikan darat dan durian lokal.

Sedangkan dipantainya menghasilkan produk ikan laut, sungguh Indonesia memang kaya. Karakter ini juga tergambar dengan jelas pada jalan yang rolling khas perbukitan lalu disambut jalanan ditepi pantai. 

Dua foto ini akan mengilustrasikan kontrasnya pemandangan disekitar Labuhan, tidak terlalu jauh jarak antara dua tempat ini.

 
Pantai Citeureup, Labuhan 
Situ Cikedal, Labuhan dipagi hari
Regrouping rombongan trip Tanjung Lesung hari ke-2 terjadi disebuah warung makan ditepi pantai, didepannya pas ada masjid. Tepat sekali pemilihan tempatnya, waktu itu menjelang solat Jumat. Cocok, yang ga jumatan bisa beristirahat diwarung makan. 

Sudah dekat, Tanjung Lesung dalam hitungan jam. Selepas jumatan rombongan Bikepea langsung melanjutkan perjalanan. Sekitar jam 2 sudah mendarat di Tanjung Lesung.


Ternyata vila yang dijanjikan sebagai tempat menginap dimalam ke-2 masih sekitar 19 km lagi. Huff .. melewati jalan makadam dan panas terik ..!

Lanjut om ! 19 km lagi .. sekitar 1 jam lebih gowes .. kami mulai memasuki jalan makadam pertama dari trip ini. Lumayan bikin lengan kesemutan. 

Jalan makadam terpotong oleh jalan cor halus, tapi .. asem .. nanjak bro ! Lumayan ngehe nih tanjakan. Apesnya lagi jari-jari Saya putus satu ditanjakan ngehe itu.

ditanjakan itu jari-jari belakang sepeda Saya putus 1 ..
Walah, terpaksa Saya harus gowes dengan kondisi roda belakang speleng berat, geal-geol. Ga bisa cepat maks 11 kpj. Mana sehabis cor itu masih ada makadam yang lebih berat, batunya lebih kasar ... lengkap sudah.

Rupanya tempat menginap Kami adalah vila di Pantai Cemara. Letaknya sudah dekat dengan Pantai Sumur, pelabuhan kecil tempat menyebrang ke Pulau Umang yang terkenal itu. Sekitar 10 km lagi dari Pantai Cemara, atau ada destinasi yang lebih menawan Ujung Kulon sekitar 30 km lagi.

Pantai Cemara dengan bagan-bagan nelayan lokal
... Masih bersambung ke part 3 ...


CU at Next Trip ...








Hosting Unlimited Indonesia