Hosting Unlimited Indonesia
Showing posts with label bike2camp. Show all posts
Showing posts with label bike2camp. Show all posts

Amazing Citambur Bagian II : Curug yang Ter ...

Pagi ini, Minggu 29 Januari 2017 ... dibuka oleh mata yang masih sepet dan hujan yang masih merinai. Rafid sudah minta main air di Curug Citambur .. padahal belum juga genap jam enam. Kopi juga belum sempat disruput. Hampir terjadi perang dingin .. sambit-sambitan crank, dipecut rantai, dilempar wheelset .. jiah ..!

Tapi sayangnya itu hoax, seperti kabar Ahok - Djarot yang baku pukul gara-gara dana kampanye.. walah ! kejauhan om, permisalannya. Memang .. terjadi sedikit selisih paham, om Rafid minta ditemenin mandi sauna di Curug Citambur. Cuma beda dengan sauna ala Jepang. Di sini, saunanya dari cipratan air Curug Citambur yang bikin basah-kuyup meski cuma mendekat tanpa perlu menyentuh langsung aliran airnya.

amazing citambur ... spechless !

"sabunan dekat curug, kan nanti uap airnya mbilas sabunnya .. !" begitu argumen om Rafid. 
"oke, fid  ! .. tapi sebentar lagilah .. jam 7 gitu! " Saya mendebat !
Masih terlalu pagi dan terlalu dingin, dari semalam juga tidur cuma setengah babak. Sekitar jam 11 atau jam 12 malam turun hujan .. dan kejadian seperti di Telaga Cebongan terulang. Kali ini, Saya dan Rafid hanya mengandalkan hammock dan flysheet juga cuma satu. 

Alhasil .. tengah malam Kami mengungsi ke warung .. pengin melanjutkan tidur tapi ga bisa nyaman .. posisi warung terbuka dan tampias angin bukan main dinginnya. Rebahan dibangku warung yang pas badan, sambil basa-basi pesan minum .. biar pemilik warung ga manyun. Mau tidur di mushola lagi.. letaknya serem.. dan terlalu dekat dengan aliran air.. takutnya ada ular dan binatang semacamnya.

Kiranya perlu tenda, penting! Kejadian kurang tidur ga boleh terulang ke-3 kalinya. Cukuplah tenda double layer yang muat 2 orang. 



Akhirnya, setelah beberapa seruputan kopi beranjak jam 7 pagi.. Saya menemani Rafid ke Curug. Masih sangat sepi .. cuma ada beberapa orang yang Kami temui di Curug. Rafid melanjutkan rencananya .. mandi sauna super dingin .. loe enak Fid, lemaknya tebel, jadi tahan dingin.. lah gue.. jiah !!! langsung menyentuh tulang ! hahahha...

Menyusuri kali irigasi, mencari sudut gambar terbaik untuk mengambil beberapa foto curug, jika dari atas tidak terlihat undak kedua dibawah. Sudut terbaiknya adalah turun ke aliran kali Curug Citambur .. jeprat-jepret-jeprat-jepret .. Rafid bergabung .. jadi modelnya.. hadeh !!!



Oya .. bahkan untuk mengambil foto .. mesti memperhatikan arah mata angin .. tampiasan uap air dari curug yang terbawa angin bukan hanya membuat badan basah kuyup dalam radius yang lumayan jauh .. sekitar 50-100 meter. Tapi juga membuat kamera HP Saya basah dan layar sentuh ga bisa dioperasikan.

Dinamakan Citambur, ... ini menurut Saya loh yah .. ga ada refrensinya atau bukti empiris... karena limpahan air yang menyentuh dasar kaki bukit menimbulkan suara keras .. cetar .. membahana layaknya tambur .. tau tambur kan ? itu loh .. Kota yang jalanannya hilang gegara proyek pembuatan underpas di bawah rel kereta yang ga kelar-kelar .. udah tahunan. Adanya di Planet Bekasi... haghaghag !!!



Tambur itu salah satu instrumen atau alat musik drumband yang suaranya paling berisik. Jadi dinamakan Citambur karena curug ini menimbulkan suara yang berisik pakai banget ! udah 2 x saya ulang loh .. jadi inget yah, besok keluar diulangan .. halah !

Letaknya terbilang cukup mudah diakses, di jalur alternatif yang menghubungkan Cianjur - Bandung via jalur selatan. Lewat Rancabali, yang menurut Rafid adalah perkebunan teh terindah di Jawa Barat. Terus Ciwidey - Soreang - Bandung.  Ada angkutan umum berupa minibus atau elf .. yang lumayan sering berlalu-lalang. Cuma mengenai ongkos dan jadwal keberangkatannya Saya ga tau.. kan gowes .. jiah !

Pemandangannya luar biasa .. serba ter-lah ... terindah, tercantik, tertinggi, terberisik, dan ter-ter lainnya yang mengacu pada padanan kata "paling". Jempolan dah .. sampai susah banget menggambarkannya .. so .. silahkan simak foto-fotonya aja .. pokoknya keren banget.



Padahal .. foto-foto itu diambil cuma dari kamera HP 8 MP, wuih .. kalo take-nya pake DSLR atau yang MP-nya lebih besar .. lebih amazing pastinya. Untuk lebih kekinian bisa simak juga foto-foto Citambur di Album Amazing Citambur di Page CUTER .. ini link-nya !


Doyan ...  Bersambung ... yah !


follow instagram : @begundalcuter 
 : @uthitgowes

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! "


5 Destinasi Keren di Kawasan Dieng

Dataran tinggi Dieng secara administratif terletak di perbatasan antara Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara.  Yang pasti diingat orang yg pernah berkunjung kemari adalah suhu dinginnya, karena terletak di ketinggian 2000 mdpl.  Siang kisaran 15 -  25°c, malamnya kisaran 10° c,  dan bulan tertentu bisa mencapai 0-5°c sangat dingin buat orang bekasi yang biasa hidup di atas 25° c.

Yang unik,  lokasi wisata satu dan lainnya berjarak relatif dekat... Banyak variasi.  Berikut 5 Destinasi wisata yang indah dan berdekatan.

Kawasan Candi


Ditemukan pada masa penjajahan Belanda dan kemudian dipugar,  terletak di kawasan padang rumput yang sangat luas.  Terdapat beberapa kawasan candi antara lain Candi Arjuna,  candi Gatot kaca,  Candi dwarawati,  dan Candi Bima.

Menurut sejarahnya dibangun pada masa Dinasti Sanjaya,  merupakan candi Hindu antara abad ke-7 -  9 masih.

Telaga Warna


Dieng merupakan kawah gunung berapi besar atau super volcano yang masih aktif. Coba aja googling mengenai sinila..  Bencana alam yang terjadi Di sekitar tahun 1979, horornya konon korbannya satu desa yang terperangkap oleh asap beracun dari kawah Sinila.



Telaga warna merupakan kawasan yang terdiri dari 2  telaga yang satu berwarna hijau dan lainnya berwarna biru. Begitu warna yang Saya liat pada bulan Desember. Menurut kajian ilmiahnya perubahan warna yang biasanya antara biru,  hijau dan putih terjadi karena lapisan fosfor yang terdapat didasar telaga yang dipengaruhi oleh aktifitas panas magma Di bawahnya,  ingat yah..  Ini terletak di kawah gunung berapi.

Kawah Sikidang


Merupakan kawasan cekungan yang terbentuk kawah,  terletak ditanah datar yang relatif mudah Di akses,  sehingga pengunjung dapat dengan mudah melihat aktifitas letupan lava meskipun berskala kecil.  Dari aktifitas letupan ini menimbulkan gulungan asap belarang yang beracun.



Sudah dipasang pagar-pagar agar pengunjung mengetahui batas aman,  jangan sampai terperosok dalam kawah atau menghirup asap belerang yang bisa membahayakan kesehatan. Dinamakan sikidang karena kawah kawah itu bisa berpindah-pindah dan nampak sebagian telah mati aktivitasnya.

Bukit Sikunir


Ini adalah tempat favorit di dieng,  bukit dikutip.  Terletak di 2263 mdpl, konon ini adalah tempat untuk melihat sunrise terbaik.  Dengan hiasan gunung-gunung tinggi di Jawa tengah,  sindoro,  sumbang,  merapi,  merbabu, dan gn.  Ungaran.

Sayang,  saya datang dengan timing yang tidak beruntung.  Sudah dibela-belain kedinginan kemping di telaga cebongan..  Malam itu hujan tak reda sampai esok paginya.

Curug Sikarim


Kalo yg satu ini hanya orang iseng aja yang mau berkunjung kemari.  Dengan akses jalan yang 99% aspal breeze membuat orang enggan kemari.  Ditambah dinginnya dieng membuat siapapun ogah menyentuh airnya.



Untuk akses jalannya,  ada disebelah kanan jalan desa sembungan dari arah gerbang.  Arahnya menuju ladang warga, menyusuri jalan rusak sepanjang sekitar 3 km.

Karakter Curug Sikarim besar dan tinggi,  terbentuk dari air yang menerobos tebing dan jatuh di lembah.  Perkiraan tinggi sekitar 80-90 meter dengan lebar 10 meter.

Cocok sebagai rute pulang,  jika dari masuk dari sembungan akan tembus ke menjer dan selanjutnya menuju jalan raya dieng wonosobo

Menginjakan Kaki di Desa Tertinggi di Pulai Jawa, Sembungan !

Konon, Saya berada di Desa tertinggi di Pulau Jawa. Nama desa itu adalah Desa Sembungan yang terletak di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Terletak di ketinggian 2306 mdpl, pantesan dinginnya ga ketulungan, pas malam itu kemping di pinggiran Telaga Cebong yang terletak di sisi desa Sembungan suhu dibawah 15 derajat celcius.

Untuk menuju desa ini, dari pertigaan Dieng Pas ... ambil kiri kalo datang dari arah Wonosobo, melewati telaga warna dan PLTG serta Kawah Sikidang, akan disambut gerbang desanya, kira-kira berjarak 3 km dari Dieng Pas.

gerbang desa tertinggi di p. jawa ... 
Seperti Desa diketinggian pada umumnya, masyarakat di desa ini juga mayoritas berprofesi sebagai petani dengan komoditas andalan kentang. Disamping ada juga sayuran, bawang daun dan carica, dll. 

Oya, mengenai carica, konon bibitnya adalah pepaya seperti pada umumnya.. hanya saja kalau ditanam ditanah Dieng buahnya mengkerut, menjadi kecil dan oleh rata-rata orang sini diolah menjadi manisan carica. Konon begitu ... jiah !

pohon carica, serupa dg pepaya.. banayk ditanam sebagai tumpangsari di pematang dan pinggir jalan
Selepas gerbang desa, Kami disambut deretan rumah yang nampak padat di sebelah kiri jalan. Sedangkan kanan hanya sedikit .. lebih banyak lahan ladang dan jurang. Tidak panjang desanya, hanya selintas menuju Telaga Cebong.

Senyum beberapa warga yang berpapasan di jalan mengantar kami menuruni tebing terakhir, sebelum Telaga Cebong. Telaga Cebong adalah tempat kemp rekomendasi. Terletak di sepanjang pinggiran Telaga yang tak seberapa luas, ini adalah gerbang pendakian menuju bukit sikunir yang merupakan tempat terbaik untuk melihat golden sun rise di kawasan Dieng.

kemping semalam disini, telaga cebongan menjadi horor .. hujan , suhu super dingin, plus tenda bocor .. 

 Kami berencana kesana .. start besok pagi jam 4 pagi. Tapi apa daya .. gatot gatal alias gagal total, suhu yang terakhir saya lihat 15 derajat, plus tenda sewaan yang bocor dan hujan yang tak kunjung berhenti. Memaksa, tidak jadi ke bukit sikunir dan akhirnya ke Curug Sikarim.


Sikarim, Curug di Dieng Plateu

Perkenalkan namanya Haji Abdul Malik Karim Amrullah...  H. A. M. K. A.  panggil aja Sikarim... Jiah!   Becanda,  abis heran kok bisa.. yah,  Curug dinamai Sikarim?.. Paling mungkin sih itu nama penemu pertamanya. Sayangnya Saat berkunjung kesana ga ada orang lain yg dijumpai Di Curug selain kita..  Saya dan Rafid.  Ga bisa nanya-nanya dimana Sikarim berada..  Halah!

Terletak di Kejajar ,   dataran tinggi Dieng di lembah..  Saya datang dari arah desa Sembungan,  sekitar 3 km dengan menuntun sepeda,  dengan akses jalan yg 99% makadam,  untungnya turunan semua.  Ini rupanya yg menjadi alasan ga ada pengunjung lain.  Beda..  Kalo cuter mah..  Hajar!!

sendirian aja om  ...
Start dari telaga cebong,  desa sembungan yg merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa (2306 mdpl)  dibawah siraman gerimis dan dingin yang menusuk tulang padahal sudah jam 9...  Brrrbrrr..  Dingin seperti es!

Kalau dari arah jalan keluar desa,  terletak di sebelah kiri..  Di sebuah pertigaan yg merupakan akses penduduk lokal ke ladang..  Langsung disambut turunan curam dan langsung aspal brekele.!

makadam aspal brekele

Kami baru pertama kali melewati rute ini,  jadi ragu menerobos,  ditambah sisa air hujan semalam dan gerimis belum kelar,  rumput dan lumut juga menambah licin.  Jadi ciut nyali,  hilang grip nyungsep dah!!  Cari aman TTB aja.

berkelok seperti ular ..

Semua turunan dan sedikit jalan datar,  Di beberapa titik dihiasi kebangun dan tanah berpasir terseret air hujan.  Kanan kiri nampak ladang kentang,  dinaungi carica dan sempat juga melihat kebun terong Belanda. Dibatasi lembah jurang dan bukit deseberangnya.

Menjelang jam 10, mulai nampak air yg menerobos jurang menghantam dasarnya sehingga menimbulkan suara gemuruh.  Rupanya tinggi besar perawakan Sikarim ini,  berselimut kabut yang melayang naik turun dan berteman sejati dengan tiang sutet raksasa yg berdiri kokoh berdampingan.

tersentuh teknologi, setidaknya pernah ...

Nampaknya sedang dibenahi objek wisata Curug Sikarim ini,  ditandai dengan pembangunan tembok gerbang yang masih dalam tahap pengerjaan,  tangganya aja masih terlandar..  Mudah-mudahan akses jalan ikut diperbaiki dan nampaknya wajib.  Mudah2an ga terbengkalai,  tidak ada terlihat aktifitas lagi dan alat-alatnya juga ga ada,  material jg nampak abis.

sedingin air kulkas !

Kondisi cuaca yang super dingin meskipun sudah siang,  gerimis sudah reda tapi mengurungkan eh..  Memang ga ada niat buat menyentuh airnya.  Yang nampak agak keruh saking derasnya. Kontur Curug juga tidak nampak membentuk kolam..  Mungkin harus mencari agak kebawah.

bagian terindah, .. pulang ke rumah !

Setelah ambil foto,  jeprat-jepret..  Lalu melanjutkan perjalanan turun ke Menjer dan cus pulang ke Bekasi.

Trilogi B2B - Jilid 2 : Alas Baluran

Setelah berpisah dengan om Rizky di Alun-alun Situbondo, Kami melanjutkan perjalanan ... masih dihari yang sama. Target hari ini minimal sampai di Pelabuhan Ketapang.

Rutenya musti melintasi alas (hutan, ... Redaksi) Taman Nasional Baluran. Yang masih dibumbui dengan cerita mistis, tentang setumpuk batu-batu yang akan kembali diposisi semula meskipun sudah berulangkali dipindahkan. Dilokasi inh juga kerap menjadi titik mogok truk-truk besar.

Alas Baluran merupakan sebuah kawasan hutan yang merupakan taman nasional, terkenal dengan satwa endemik ... banteng jawa, yang dibelah jalan raya yang merupakan jalur pantura yang berakhir di Ketapang, Banyuwangi.

Sekitar jam 2 siang, Saya sudah bersiap melintas alas Baluran. 2 botol besar air kemasan, sepotong roti dan sekotak madu. Jarak sekitar 30 km dengan estimasi waktu tempuh 2 sampai 3 jam. Rutenya rolling-rolling ga ada warung, hanya ada pos polisi yang menjadi titik break para pengendara.

Yo wis, bismillah ...ga ada tanjakan yg ga bisa digowes, sejauh apapun pasti pasti dimulai dari gowesan pertama. Istiqomah aja segowes demi segowes. Rute Alas Baluran disambut dengan tanjakan .. lumayan curam.

Selanjutnya mulai melintasi satu persatu pohon jati .. dominasinya.. diawal-awal nanjak terus, tak begitu tinggi tapi lumayan panjang. Jalan aspalnya bergelombang dipinggir-pinggir pertanda sering dilindas kendaraan dengan tonase besar.

Sesekali Kami mesti turun ke bahu jalan yang terdiri dari bebatuan kecil, ketika terpepet truk yang berpapasan, huh ... nasib ... size does matter.. jiah.

Setelah setengah rute mulai terdominasi oleh turunan-turunan, bonuslah setelah tanjakan-tanjakan diawal-awal rute. Beeak sejenak disitus yang menarik untuk foto-foto, waduk Bajul Mati yang sedang tahap pembangunan.

 
Setelah cekrek sana - cekrek sini, puas-puasin sambil ambil nafas, basahi tenggorokan. Kami lanjut gowes menyelesaikan rute Alas Baluran, dominasi turunan dan jalan yang lebih halus. Eh.. rupanya dari Waduk tadi ending Alas Baluran sudah tidak jauh.

Endingnya berupa gerbang menuju masuk Taman Nasional Alas Baluran. Karena penasaran dan baru jam 4 lewat, oh ya.. berarti Kami menyelesaikan etape eute Alas Baluran dalam 2 jam lewat dikit. Syukur .. timingnya pasa banget, melintas saat jam-jam tidak terlalu panas dan tidak juga kemaleman dalam hutan.

Tiket masuk TN Baluran lumayan mahal, 17 ribu, ... didapat dapat melihat savana, yang berakhir di tepi pantai. Membelah savana dengan jarak sekitaran 12 km. Dengan jalan aspal rusak, tapi itu kata si om Jagawana. Karena Kami tidak sanggup melintas jalan makadam, hanya sekitar 2km Kami minggir ... seduh kopi dan ... balik kanan menjelang maghrib. Ohya. ... didalam tersedia.kuga penginapan dengan harga paket 100 rb permalam.

Gowes hari ini, berakhir di sebuah penginapan di Tanjung Wangi, sekitar 4 km sebelum pelabuhan penyeberangan Ketapang. Kami memutuskan untuk menyeberang besok hari. Perlu waktu untuk bersih-bersih, mandi besar, cuci-cuci. Meskipun tiap hari jersey dicuci tapi karena prosesnya kurang sempurna, jadi bau tengik, dan rembesan basahan dari tas tempat perlengkapan mandi, nampaknya perlu dikeringkan sempurna, agar besok masuk Bali dalam kondisi wangi, cerah, ceria ... haghaghag !!!

>>> bersambung <<<

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 


Seribu Jalan Menuju Curug Bulao

Awalnya, dulu .. hampir setahun yang lalu .. Saya hanya tahu kalau di Bogor ada Curug Cilember, Curug Cibeureum, Curug Cigamea, dan beberapa yang sudah familiar. Tapi, setelah bergelut dengan Cuter dan mulai perburuan Curug dengan sepeda, ... Subhanallah .. ternyata masih banyak dan ga habis-habis setelah dieksplore hampir setahun.


Gunung Gede di kejauhan

Muncul nama-nama baru yang belum pernah didengar sebelumnya. Dengan keunikan masing-masing. Seperti yang ini, dalam eksplorasi kali ini, masih tetap setia bersama Cuter ... Kami akan menyambangi Curug Cibulao.


Curugnya memang Panjang
Curug Cibulao terletak di kawasan wisata Mega Mendung, Puncak Bogor. Merupakan hulu dari beberapa Curug lainnya seperti Curug Naga, Curug Panjang, Curug Barong, dan Curug Orok. Kawasan yang terkenal dengan hawa dingin segar dan pemandangan yang asri.

Hari itu, di penghujung bulan Maret ... Cuter membuat acara gobar yang dibagi menjadi 2 sesi. Dengan tujuan yang sama tapi dengan rute yang berbeda. Sesi pertama berangkat Sabtu pagi, jam 8 pagi sudah lepas landas dari Alfamidi Cikeas. Mengambil rute Pasar Citeureup, Sentul City, mlipir tol yang akses masuk jalannya disamping mall sentul city. Terus melewati Kali Ciliwung, Bendungan Katulampa, Pasir Angin.


Hosting Unlimited Indonesia

Dari perempatan Pasir Angin ambil lurus, ada sebuah jalan kecil... Cikatapis. Tembusnya nanti jl. Raya Cipayung. Ini bagian perjalanan yang seru... selama beberapa kilometer kedepan jalan Raya Cipayung yang aspal hotmix mulus dan nanjak halus sampai di pertigaan Bank Mega. Dan .. Nanti pas turunnya .. asyik ... gleser .. berasa jadi orang terganteng sedunia, haghaghag !


a Bank Mega

Di Pertigaan Bank Mega ambil kanan, ... ada marka jalan yang cukup jelas menunjukan arah ke Curug panjang ...sekitar 1.8 km. Ohya.. jika lewat rute ini destinasi akhirnya adalah Curug Panjang. Untuk selanjutnya dari Curug Panjang treking jalan kaki sekitar 1 jam ke Curug Cibulao. Bisa juga digowes.

Sedangkan sesi ke-2, berangkat malamnya jam 10 malam .. dari Alfamidi Cikeas - Pasar Citeureup - Sentul - Bogor Kota - Jl. Raya Tajur - Jl. Raya Puncak - berbelok di pertigaan cilember. Nah .. sebenarnya rute ini bisa langsung akses ke Cibulao tanpa perlu transit ke Curug Panjang dulu. Hanya saja, jalannya di kilometer terakhir makadam ... menyeberangi sungai. Makadamnya tidak bisa digowes, harus TTB.


curug Orok


Paginya, berarti hari Minggu .. Setelah regrouping di camping ground Curug Panjang,  Kami ber-16 mulai treking. Curug Panjang hanya berada dibawah camping ground, tinggal ngglosor .. sampai.

Untuk mencapai Curug Cibulao, sebenarnya bisa dengan river treking .. tapi jalan berangkat kami lebih memilih melewati jalanan dan hutan. Sebuah jalan cor yang terbelah tengah, memang dibuat seperti itu sepanjang beberapa kilometer dengan sudut kemiringan yang lumayan terjal. Sebenarnya bisa digowes, tapi .. mungkin buat lain kali. Baru pulangnya Kami melewatu badan sungai.


koordinat googlemaps curug Panjang -6.646267, 106.945131

koordinat googlemaps curug Cibulao -6.645148, 106.950850




CU at Next tips ...


#‎xpdc100curug #fullgowes‬ ‪#‎7persenwarass‬ ‪#‎federal‬ ‪#‎bike2camping‬ ‪#‎cuter‬


" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 


Remed Trip Ciherang Bareng Bikepea

Besok Sabtu, 6 Februari gowes remed alias ulangan ke Curug Ciherang dan Cipamingkis. Ini gowes ke-4 kalinya dan mungkin rute yang terbanyak yang diulang-ulang.

Kali ini yang mengadakan acara adalah Bikepea Indonesia. Rencana bikecamp 3 hari, 6,7,8 Februari. Kalo Saya rencana sih tektok... ga pake nginep. Tapi,.. bukecamp asyik juga sih ... jadi bingung .. gimana nanti aja dah ..


Permasalahannya besok Minggunya ada agenda yang ga kalah seru. Remed juga gowesnya, kali ini bareng om Jauhari admin dan penulis blog bersapedahan.wordpress.com. Saya bersama om Jauhari pernah gowes bareng ke Gua Garunggang.

Rencana awal berdasar ajakan om Jauhari ke Pantai Kepala Burung, Bekasi. Mau nengok ada kepala burung beneran ga disana. Tapi kemungkinan berubah, karena kondisi hujan ... treknya bakal becek dan susah dilewati... begitu kata informan dilapangan.

Kembali ke rencana gowes remed Ciherang, Saya masih menyimpan rasa penasaran di trek 4 km terakhir. Sudah LUPA TTB tapi masih pake break, targetnya bisa finish di 4 km tanpa break. Mulus, mengamalkan ilmu tanjakan ngehe yang Saya pelajari dari Om Wewe kemarin saat melibas tanjakan ngehe di Karang Tengah, sentul.

Tikum group tambahan ini di pertigaan Cibucil jam 8 pagi. Ingat ya tgl 6 Februari besok. Kalau ada yang mau gabung monggo dipersilahkan ..

Mau liat gerombolan sepeda Federal termehek-mehek di tanjakan 4 km setalah pertigaan Sukamakmur, Gunung Batu, Pinus. Mulai dari tanjakan BTS, tanjakan vila, sampai Tanjakan Tembok Ratapan. Seru .. foto-foto yang pada TTB. 

TDP#7 : 800 km Fullgowes

Bekasi - Karawang - Purwakarta - Padalarang - Cimahi - Cibiru - Rancaekek - Nagrek - Malangbong - Gentong - Tasikmalaya - Pangandaran via Banjarsari. Itu Rute berangkat, Fullgowes.

Pangandaran - Cijulang - Ciaptujah - Pameungpeuk via Sancang (loading 32 km)- Garut - Lingkar Nagrek - Rancaekek - Cibiru - Cimahi - Cipatat - Rajamandala - Cirancjang - Cikalong Kulon - Jonggol - Cileungsi - Bekasi Gowes, rute pulang.. Sejauh 837 km .. yang fullgowes 795 km. 


Ini adalah trip terberat selama cerita trip gowes Saya, bukan hanya secara jarak. Tetapi, tahu sendiri jalur selatan. Rute memotong jalur selatan Jawa Barat berangkat nanjak, pulang juga nanjak.

Tanjakan-tanjakannya juga tidak tanggung-tanggung jaraknya. Misal dari Ciganea, Purwakarta sampai Padalarang itu sejauh 50 km lebih didominasi oleh tanjakan.


Ada juga Malangbong, tanjakan panjang melelahkan berpacu dengan konvoi kendaraan berat. Beberapa kali buang jalan untuk menghindari kendaraan yang nyalip ambil jalur kanan.

Menjelang Pangandaran ada tanjakan Karang Nini, mendaki bukit panjang juga, mungkin sekitar 10 - 15 km. Berputar-putar dibukit, dibalik bukit itulah wilayah Pangandaran.



Pulangnya, tanjakan panjang ada di Sancang, tanjakan Lawangangin Sancang sampai Pameungpeuk. Meskipun diloading disini karena pilihan yang paling masuk akal menghadapi situasi yang sulit.


Kemalaman dirute yang sepi dan rawan begal, sendirian, dan mengejar waktu. Akhirnya ditolong oleh si om supir truk tronton bermuatan semen yang menuju Rancabuaya via Pameungpeuk.


Rute Pameungpeuk - Garut via Boyongbong juga rute panjang dengan elevasi tinggi yang sangat menguras tenaga, panjangnya sekitar 80 km.


Terakhir di rute ini adalah tanjakan dari Cikundul sampai Pinus, Cianjur. Tanjakannya serasa ga habis-habis. Dengan stamina yang sudah mulai menurun karena gowes dari pagi buta sampai tengah malam, praktis 20 jam gowes dengan jeda istirahat sekedar makan dan ngopi.


Menjadi rangkaian cerita seru dan membanggakan.

Awesome ... !


CU at Next trip ...


#‎xpdc100curug #fullgowes‬ ‪#‎7persenwarass‬ ‪#‎federal‬ ‪#‎bike2camping‬ ‪#‎cuter‬
 ‪#‎picknikers‬ ‪#‎gowes4healthdotblogspotdotcom‬

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 

Arah Jalan Pulang, Via Pameungpeuk Garut

Arah jalan pulang dari tdp#7 mengambil rute Pangandaran - Cijulang - Cipatujah - Sancang - Pameungpeuk - Garut - Bandung - Bekasi. Start dari Batu Karas setelah selesai pekerjaan terlalu siang, habis duhur.

Rute ini Saya dapat dari Om Dam 6 (baca damsix), seorang beachboy dan instruktur selancar di pantai Batu Karas. Mengenai sosoknya Saya ingin mengulasnya dalam artikel sendiri.

Info yang Saya dapat, rute ini menyusuri sepanjang pantai selatan menuju arah barat. Memang indah pemandangannya, banyak spot pantai-pantai wisata.

Mengejar sebelum jam 5 sampai terminal Ciheras, Cipatujah.. menurut info dari "intelejen warung kopi" ada bis yang akan membawa ke Pameungpeuk atau Garut.



Tapi terlambat, Saya menapakan ban disana ketika bus terakhir sudah lewat. Ya sudah.. Saya lanjut aja gowes sampai Sancang atau Pameungpeuk.

Ternyata Saya salah perhitungan, sampai menjelang maghrib Saya tertahan hujan di tanjakan kedua Sancang. Mlipir ke warung kopi.

Ngobrol dengan supir truk tronton, Saya baru sadar tanjakan yang akan Saya lewati didepan, super ngehe dan rute panjang sepi kiri pantai, kanan hutan karet. Sopir truk akan konvoi 6 atau 7 truk ketika melintas dimalam hari.

Rupanya ga bohong cerita si om supir yang baik hati ini. Tanjakannya panjang, lama, dan ekstrem pake banget. Sepi, jikapun ada yruk dari arah yang berlawanan, mereka konvoi. Ga ngbayangin kalau Saya tetap nekat lanjut,.. horor..!

Untung si om sopirnya baik hati menawarkan tumpangan loading sampai Pameungpeuk. Okelah, pilihan yang paling memungkinkan disitiuasi itu. Akhirnya si Alleycat naik ke truk teonton bermuatan semen.

Saat ini, jam 07.45 Saya dalam perjalanan rute berikutnya,... Pameungpeuk - Garut sekitar 80 km rutenya mendaki Gunung Cikuray.

Catat, Ini Daftar Perlengkapan Turing Sepeda

Gowes sekedar cfd atau funbike aja menyenangkan, apalagi gowes dengan destinasi ketempat seindah Pangandaran, pakai acara bike camping lagi. Seru abis pastinya.

TDP#7 adalah acara yang sudah lama Saya tunggu, selama 4 bulan Saya mempersiapkan semua, terutama dananya. Kalau Anda mengikuti blog ini dari awal pasti ingat ya.

Dan, besok.. tanggal 14 Januari 2016, Saya start dari Bekasi jam 3 sore bersama 2 orang teman goweser lainnya.

Perjalanan panjang sejauh 380 km ditempuh dengan gowes tentu saja memerlukaan persiapan yang ekstra matang, apa saja sih ... ? Yuks simak...
  • Pertama sekali Saya sudah tune up sepeda Saya dibengkel kepercayaan. Jari-jari, shifter, setelan rd dan fd, rem, minyaki rantai .. pokoknya siap tempur.
  • Tools dan sparepart untuk antisipasi jika ada masalah dijalan. Pompa, pemotong rantai, kunci L, kunci pas, kunci ragum, kunci cone, kunci jari-jari, obeng, tang, pelumas, lem besi, kabel tis, dan beberapa alat lain. Untuk sparepart ada ban dalam, ban luar, jari-jari, kabel rem dan kabel shifter. Penginnya sih semua itu tidak jadi dipakai, tapi lebih baik berjaga.
  • Perjalanan fullgowes kemungkinan  menghabiskan 2 malam gowes malam. Makanya senter dan lampu safety mutlak harus ada.
  • Perlengkapan pribadi seperti odol, sikat gigi, sabun, dan deodoran diperlukan agar tetap sehat dan ga BB. Juga pakaian gamti dan kacamata merupakan barang wajib.
  • Alat komunikasi ... maksudnya Hp dengan pulsa dan paket data penuh, agar tetap bisa komunikasi dengan orang rumah. Dan alat pendukungnya, powerbank dan charger solarcell.
  • Dokumentasi berupa kamera digital dan Saya juga memasukan laptop dengan batereri 100%, untuk remote kerjaan.
  • Ada juga hammock, matras, tenda, dan peralatan masak dan bahan bakar spirtus, serta bahan yang dimasak, kopi, mie instan, gula dan teh.
Semua itu masuk dalam 4 tas pannier, tas top tube, tas tools dan tas pinggang. Untuk matras dan frame tenda Saya ikatkan di rack.

Baru sekali ini sepeda full pannier... hmmm berat ga ya..


Enjoy ajalah, nikmati tiap kayuhan tanpa berpikir berat beban. Yang penting hepi !

CU at Next Trik ...

Hosting Unlimited Indonesia