Hosting Unlimited Indonesia
Showing posts with label Tips N Trik. Show all posts
Showing posts with label Tips N Trik. Show all posts

Rute Alternatif : Bersepeda Via Jalur Tengah JAwa Barat

Memang betul, jalan kalo flat aja, lurus aja itu membosankan. Sampai-sampai keripik aja mesti dipotong bergelombang, apalagi jalan hidup, jiah ! Yang seru itu kalau harus berjibaku hari demi hari, kadang diatas, kadang dibawah seperti roda nasib. Halah .. ngomong apa to le ... le ... Om Telolet om .. Jiah tambah ngaco.

Cukup satu kali untuk menjadi bosan dengan rute panjang nan lurus di sepanjang Pantura Jawa Barat. Saya melintasi dari Bekasi - Karawang - Subang - Indramayu - Cirebon, Saat Trilogi B2B Jilid 2 : Bekasi - Bali. Ya namanya juga bosan kan masalah hati ga bisa dipaksain, so .. ambil jalur lain, jalur alternatif .. jalur tengah Jawa Barat.




Dengan modus mengantar pulang kampung anak, kebetulan kampung orang tua di Kuningan. Sebenarnya bisa aja sih, sekeluarga naik bis .. tapi ya itu karena modus, saya anterin yang sulung motoran. Hari Senin berangkat rutenya Bekasi - Cikarang -  Karawang Kota - Klari pasar belok kanan - Curug - masuk Purwakarta  - Via jalan Industri di Maracang - Terus motong jalan di Jl.  Kopi - lanjut Campaka.




Dari Campaka masuk Subang via Kalijati (Paskas atau Pangkalan Lanud Suryadarma) - Subang Kota - Jl. Raya Subang - Cikamurang - rute ini sebenarnya mlipir di sebelah selatan jalan tol Cipali. Mulai Cikamurang sudah sedikit memotong Kabupaten Indramayu tapi bagian selatan dan Kabupaten Sumedang dibagian utara di Tomo.

Cikamurang - Jl. Raya tomo memotong yang ke arah Cijelag. Kalo mengikuti Jl. Raya Tomo itu masuk rute selatan arah Sumedang/Bandung. dari Tomo Masuk Kadipaten - Majalengka Kota - terus kearah Raja Galuh - selepas Raja Galuh akan masuk Cirebon di Dukupuntang ke arah Sumber. 




Sebelum masuk Sumber potong jalur lagi langsung ke Kuningan dengan Tujuan Mandirancan. Nah dari Mandirancan - Cilimus, finish. Jika arah Cirebon di Dukuhpuntang tetap kearah Sumber - Cirebon.

Dengan pertimbangan waktu Saya survey dengan modus nganterin anak sulung pulang ke Kuningan, motoran. Nah .. hari Rabunya bersama Rafid Saya start gowes liburan pergantian tahun dengan tujuan Dieng. But, berangkat Loading naik Bis DMI dari Terminal Bekasi.




Baru pulangnya Saya full gowes dengan arah Dieng - Bekasi via Kuningan dan rute yang Saya urai diatas hanya saja dibalik arahnya.

Ini rute pulangnya Dieng - Wonosobo - Banjarnegara - Purbalingga - Purwokerto - Ajibarang - Songgom - Ketanggungan - Luragung - Mandirancan dan seterusnya seperti rute diatas.

Memang sih .. di beberapa titik rolling .. di Mandirrancan - Raja Galuh, dan di Kalijati. Sementara di titik lain kita akan disuguhi pemandangan sawah yang menghijau berseling dengan hutan jati di Cikamurang. Menjelang Subang jika kita lewat pagi-pagi akan disambut kabut yang menutupi persawahan. Rute yang cukup komplit dan variatif.


Ok Google ! Lumba-lumba Teluk Kiluan ...

Kalau di Jawa, apalagi di Bekasi mungkin objek wisata sekelas Teluk Kiluan akan jadi primadona. Di antara jejeran pantai-pantai wisata di pesisir timur Lampung, ini yang paling keren. Hamparan pasir putih (cenderung abu-abu) dihiasi karang menjulang menjadi paduan yang pas, masih ditumbuhi pepohonan yang bisa dimanfaatkan berteduh. Jauhlah kelas pantai dibanding dengan di pesisir utara Jawa.

ga semua tanya itu harus dijawab ...
Sayangnya, akses kesini menjadi PR buat Pemda Lampung .. membuat orang berpikir 2 kali, terletak sekitar 70 km-an dari pusat kota Bandar Lampung kearah tenggara. Kondisi jalannya itu loh, .. Selepas Padang Cermin memasuki kecamatan Telenggamus rusak parah. Beruntungnya Kami, rombongan pesepeda dari Bekasi yang mengadakan funbike kemari. Katanya bukan touring, kalau turing itu sendiri atau berdua, lebih dari itu ya funbike, sueeeek, .. akh !

Kok beruntung, ? iya .. kami sempat mencicipi coran baru setebal setengah meter yang masih fresh from open.. alias masih dalam tahap pengerjaan. Berhubung gowes, dengan seenak hati bisa angkat-turun sepeda ketika coran belum bisa dilewati. Sudah tersambung dibagian jalan yang rusak parah itu, meskipun baru satu sisi jalannya yang memicu antrian kendaraan. Sekitar 2 bulanan lagi .. itu juga kalau ga tersangkut di KPK .. seperti proyek-proyek lain .. jiah, mungkin bakalan ramai lagi nih .. Teluk Kiluan !

ga semua masalah mesti dicari jalan keluarnya ...

Rute 


Awal perjalanan ke Pantai Pasir Putih - Teluk Kiluan dimulai dari pelabuhan Kali Baru, Tanjung Priuk. Dari sana ada kapal feri yang merupakan bagian dari projek tol laut pak Jokowi, rute Tanjung Priuk - Pelabuhan Panjang, harga tiket sepeda termasuk golongan I, 90 ribu sudah plus orangnya. Malah lebih murah motor, 115 ribu orang dihitung 2, driver sama boncengernya.

Menumpang kapal feri RoRo Mutiara Timur I, molor dari jadwal yang seharusnya jam 12 malam, baru membelah buih jam 2 dini hari, itu juga katanya, orang Saya ikutan molor, jiah ~!!!. Tapi jangan dijadiin masalah, lebih parah pulangnya .. jadwal jam 11 malam baru jalan jam 03.30 .. ckckckckcck !

gowes itu jalan paling sehat lari dari masalah ...
Secara norak, sama seperti crew truk itu, menenteng matras, sarung, dan perlengkapan tidur ga lupa tisu buat ngelap iler kali aja.. hahahah ..! Yang ternyata ga terpakai, ruang istirahat meskipun kelas ekonomi lesehan sudah full AC dan lumayan empuk berupa alas karpet yang dialasi lagi plastik transparan tebal, sengaja ga ditampilin fotonya, cobain aja sendiri nggih, sebagai gambaran kapal dan fasilitas didalamnya mirip-mirip KRL sama-sama eks Jepang ... hmmm ! pantesan aja room boy dan orang-orang di kafe itu agak risih memandang Kami, sueeee ...!

Mendarat di Pelabuhan Panjang yang ternyata sudah Bandar Lampung seperti Tanjung Priuk di Jakarta, kalau Bakauhuni itu seperti Merak ke Jakarta jaraknya. Menang banyak, ga perlu meluncur kencang di Tarahan. Ternyata salah satu yang menjadi biang kerok lamanya perjalanan adalah proses merapat Kapal yang diseret-seret kayaknya secara terpaksa oleh kapal pandu dan proses keluar-masuknya truk-truk tronton, tips sedikit .. kalau  bawa sepeda taruh dipojok kiri, letaknya di pojok kiri pas setelah pintu bongkar muat, bisa duluan keluarnya tanpa perlu menunggu truk-truk besar itu.

Memasuki dunia mimpi sebelum bertarung lagi dengan kenyataan ...
Sehari sebelumnya, Cak Mancal .. peturing kontroversial yang suka melet kalo difoto itu inbox Saya, nanya bener mau ke Lampung, dan ternyata diberikan kesempatan bertemu meskipun cuma di warung kecil, di sebuah lampu merah di Jl. Yos Sudarso, tapi okelah ! yang penting sempat foto melet dan foto bareng si Demonstran ! Ikut menyambut rombongan federal rombeng dari Bekasi om Agus dan om Maliq dari Pedal.

menjadi beda kalau mau cepat dikenali ...
Praktis baru jam 2 siang, secara defacto this journey begin .. molor lagi ... sudah terlalu siang. Tapi sudah tidak ada waktu buat ditunda lagi ! sudah terlalu banyak waktu terbuang .. dan boong aja kalau lampung itu jalannya landai, rooling bro .. menuju tenggara tanda-tanda jalan naik-turun sudah terlihat. Jejeran bukit-bukti di arah jam 12, komandan .. hadeh !

Menyusuri sepanjang garis pantai, banyak tempat wisata berturut-turut pantai Mutun, Pantai Sari Ringgong, Pantai Klara, Pantai Batu Mandi, dll yang ga semua bisa diingat dimemori kepala yang sudah beruban ini. Meskipun rata-rata hampir tanpa pasir, tapi view cekungan teluknya menambah keindahan.

hidup cuma sekali, sesekali nikmati lah ...
Foto di atas adalah view sebelum Pantai Klara, dari sini yang asalnya buru-buru pengin gas poll, urung. Rasa takut kemaleman di Lampung yang mitosnya seram, menjadi kata sudahlah ! terlalu sayang dilewatkan .. yang terjadi berhenti, gowes, foto-foto .. ajib .. pantai di Lampung memang ngeten .. (sambil mengacungkan jempol) ... meskipun lepas dari Pantai Klara jalanan rolling makin ngeroll.

Ga bisa buru-buru ...
Maghrib, ... Isoma di kawasan militer infanteri TNI AL, makan nasi goreng yang terlalu berminyak, sekalian numpang mandi di mushola yang berair payau. masih sekitar 30 km lebih dari sini. Ngobrol dengan si Pak penjual nasi goreng yang secara meyakinkan bahwa rute aman dilewati malam hari hanya saja kondisi jalan yang "Saya ga bisa Ngomong" klise .. sebenarnya rusak parah .. memang lampung itu gado-gado penduduknya, si Bapak ini asalnya Solo. Secercah kata harapan "sedang dicor".

Lanjut, sampai di Indomart terakhir .. yang artinya sekitar 20 km-an lagi bertemu dengan sekumpulan peturing yang menggunakan sepeda motor. Say hello, beli bekal, dan ngobrol-ngobrol ringan dengan "gank motor" itu. Sempat ditawari pengawalan sama pemuda setempat, tapi ditolak dengan halus !

Dengan sisa-sisa minyak nasi goreng yang masih menempel di usus, di 7 km terakhir, bergelut dengan jalanan makadam nanjak 4 km dari 7 km itu. Payah banget disini, dipaksakan gowes sampai terlempar dari sepeda karena gelap dan bebatuan lepas, akhirnya TTB bersama-sama, subhanallah ! nikmate ... poll !!!

gerbang seluncuran menuju dunia mimpi ... jiah
Akhirnya, digerbang bermahkota khas Lampung ... tinggal meluncur turun, cuma PR naiknya ini .. sepanjang 1 km kurang lebih jalan cor mulus turun tajam. Saya ga deskripsikan keindahan pantainya .. biar foto-foto dibawah yang bercerita ... cuma ambil kesimpulan .. Keren Pooollll !











Biaya


rincian biaya : tiket Kapal 90 x 2 = 180 rb, tiket perahu atraksi lumba-lumba 100rb/orang atau 300rb/perahu diisi 3 orang, sewa tempat kemping diriin tenda 60rb (2 tenda) sarapan 15rb per orang, subtotal 150rb, makan rata-rata 20rb diperjalanan 20 rb x 6 = 120 rb.. total jendral = 180rb + 150rb + 120 rb = 450rb.

Bisa dihemat sebenarnya, salah satunya adalah numpang truk di kapal. cari truk yang kosong, tinggal kasih uang rokok buat abang sopirnya.

Atraksi Lumba-lumba


Lokasi penyewaan perahu ada disebelah kiri jalan desa Kiluan sepanjang garis pantai, masuk sekitar 200 meter. berjejer perahu-perahu nelayan yang bisa disewa ke tengah. Melihat lumba-lumba atau main pasir di Pulau Kelapa. 


Sayang pas kesana, kondisi laut sedang keruh akibat banjir dari daratan. Alternatif lain mampir ke Pantai pasir putih, hanya saja pantai ini seperti sudah dilupakan. Hanya tersisa puing bekas saung-saung dan sepi tanpa pengunjung, disamping jalan jelek, ... konon banyak korban terseret ombak.

Tidak jauh dari bibir pantai seperti ada palung yang ditandai dari ombak yang pecah sebelum sampai. 

Lokasi 


Titik koordinat Teluk Kiluan, menurut google maps ..


-5.769868, 105.105674




Ilustrasi rute :



Thanks, sudah menyimak artikel ini .. semoga bermanfaat !!! Gowes adalah cara paling sehat lari dari kenyataan ,... jiah !!!

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 


Cedera Otot Tandon Achiles

Dasar wong ndeso, goweser kelas sendal jepit .. ketika mencoba lebih safety dengan ganti ke sepatu yang didapat malah cedera. Kejadiannya saat gowes ke arah KM 0, niatnya sih mau kasih duit buat DP bikekemp Cuter di Curug Pengantelan.

Sampai ditanjakan Taman Budaya - Sentul tiba-tiba otot dekat tumit kaki kiri sakit. Dipaksakan sampai di Bojong Koneng sampe akhirnya menyerah dan meminta Mang Pepen turun .. transaksi dilakukan di sekitar Bojong Koneng.

Pulang dengan mringis-mringis menahan sakit.. sebenarnya apa yang terjadi ?

sumber gambar : https://medianers.blogspot.co.id/2010/08/ruptur-tendon-achilles.html

Belakangan baru tau, ternyata otot yang cidera bernama Tendon Achilles. 

"Tendon Achilles berasal dari gabungan tiga otot yaitu gastrocnemius, soleus, dan otot plantaris. Pada manusia, letaknya tepat di bagian pergelangan kaki. Tendon Achilles adalah tendon tertebal dan terkuat pada tubuh manusia. Panjangnya sekitar 15 sentimeter, dimulai dari pertengahan tungkai bawah. Kemudian strukturnya kian mengumpul dan melekat pada bagian tengah-belakang tulang calcaneus"
Sumber : https://medianers.blogspot.co.id/2010/08/ruptur-tendon-achilles.html

sumber gambar :https://medianers.blogspot.co.id/2010/08/ruptur-tendon-achilles.html

Pengertian ruptur tendon :

Robek, pecah atau terputusnya tendon. Tendon merupakan jaringan fibrosa di bagian belakang pergelangan kaki yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit.

Penyebab :


  1. Penyakit tertentu, seperti arthritis dan diabetes
  2. Obat-obatan, seperti kortikosteroid dan beberapa antibiotik yang dapat meningkatkan risiko pecah
  3. Cedera dalam olah raga, seperti melompat dan berputar pada olah raga badminton, tenis, basket dan sepak bola
  4. Trauma benda tajam atau tumpul pada bawah betis

Tanda dan Gejala :


  1. Rasa sakit mendadak dan berat dapat dirasakan di bagian belakang pergelangan kaki atau betis
  2. Terlihat bengkak dan kaku serta tampak memar dan kelemahan
  3. Sebuah kesenjangan atau depresi dapat dilihat di tendon sekitar 2 cm di atas tulang tumit
  4. Tumit tidak dapat digerakan turun atau naik

Tapi ga seseram itu, kalo sampe putus mungkin itu untuk olahraga yang lebih berat seperti sepakbola, lari, parkour atau panjang tebing. Yang Saya alami masih sekedar trauma otot karena beban berlebih bukan gerakan berputar mendadak atau karena benturan benda tumpul.

Yang paling mungkin sekarang adalah break dulu, cuti gowes jauh, berat, nanjak untuk waktu tertentu .. hadeh ini yang paling susah ! godaannya yang bikin ga tahan ..

sumber : https://medianers.blogspot.co.id/2010/08/ruptur-tendon-achilles.html

TrackR GPS Sepeda, Solusi Mencari Sepeda hilang

Belakangan ini, makin sering dengar kabar mengenai pencurian sepeda. Baik itu dengan kekerasan alias begal. Ataupun pencurian biasa. Seperti ilustrasi divideo dibawah ini, nampak seorang goweser yang NR sendirian di begal 2 orang yang menggunakan motor.


Tidak jelas dimana lokasinya, penampaknya video ini terekam dari sebuah cctv. Tapi bukan itu inti bahasan dalam artikel ini. Yang ingin Saya share dalam artikel ini tentang sebuah alat seperti gps-tracker di mobil yang sudah jamak.

Harga sepeda .. untuk tipe dan merk terkenal... yang lebih mahal dari sepeda motor, menjadi salah satu pemicu maraknya pencurian sepeda. Apalagi menjual sepeda lebih sederhana, tidak perlu surat-surat seperti halnya kendaraan bermotor. Tapi pemilik dan penikmat sepeda sekarang bisa lebih tenang. Sekarang sudah tersedia dipasar Indonesia sebuah alat semacam GPS-Tracker yang bisa dipasang dengan mudah di sepeda. 

Nama alat itu TrackR, sebuah gadget kompak yang teraplikasi dengan teknologi kekinian. Bentuknya mungil sebesar koin receh.


Bagaimana Cara Kerja TrackR ?


Sebenarnya alat ini tidak dikhususkan untuk sepeda, bisa diaplikasikan untuk gantungan kunci, dompet, laptop atau barang-barang pribadi yang mahal atau yang mudah terselip.

Cara menggunakannya mudah sekali, setelah memiliki alat ini ... Anda tinggal memasang ditempat yang tersembunyi disepeda, misalnya dibawah sadel. Lalu unduh aplikasi TrackR yang tersedia untuk IOS atau Android. Jika ingin mencari posisi sepeda tinggal pencet "FIND DEVICE", dengan segera alat ini akan menunjukan lokasi koordinat GPS sepeda yang dipasangi alat ini.

Dimana Beli TrackR ?


Anda bisa mendapatkan alat ini di website resminya .. ini dia linknya .. https://www.thetrackr.com/. atau lebih simple silahkan cari ditoko online yang sekarang sudah menjamur di Indonesia. 

Dengan kisaran harga 400rb-an. Lumayan mahal sih, tapi whortedlah jika dibanding dengan harga sepeda Anda. Oh ya, alat ini ditenagai oleh baterei yang bertahan 10-18 bulan.

Masih bingung ? mau lebih jelas .. tonton dulu yuk video ini .. TrackR diaplikasikan di sepeda.


Semoga bermanfaat ...!

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 

Federal StreetCat 550

Sepeda mahal belum tentu bagus, juga sepeda dengan spesifikasi high-end belum tentu cocok dengan badan. Sepeda bagus itu sepeda yang geometrinya pas. Dan, ternyata pencarian sepeda dengan karakteristik geometri yang pas dianatomi tubuh gowesernya tidak simple.

Diatas kertas, ada ukuran-ukuran yang bisa dijadikan panduan memilih sepeda. Tapi tetap perlu uji lapangan langsung sebagai finalisasinya.


Ini yang Saya alami, semacam pengalaman pribadi. Sudah terhitung 4 kali ganti sepeda, baru yang kelima dapat yang pas. Pas dikantong, pas secara geometri, dan pas dihati (modelnya). Sebenarnya disepeda yang ketiga sudah pas secara geometri tapi.. ga pas dihati. Yang Saya maksud adalah Federal Wildcat yang notabene model sepeda lady. Secara penampilan kurang grenk ... Kedepan ini mau saya jadikan MTB untuk medan ngaprak.

Sepeda kelima yang itu ... Federal Streetcat 550, dengan ukuran CT 19.5" dan Cc 21.5 ".


Dengan sedikit teori yang Saya kuasai mengenai geometri sepeda, sambil nanya Om-om master sepeda, dan bimbingan dari mekanik langganan selesailah proses rebuild sepeda ini.

Kemarin, selama 16 hari Saya test drive untuk touring trilogi b2b - jilid2 - Bekasi to Bali dengan jarak tempuh lebih dari 1500km ... itu sudah muter-muter di Bali.

Dan ... hasilnya, pas .. klop, cocok dan enak banget digowesnya. Dalam 16 hari ... Saya lebih dari 12 jam diatas sadel setiap harinya. Tidak membuat badan sakit, cuma pantan aja (maaf) yang terasa berduri.

Jadi beraemangat untuk menyelesaikan misi trilogi b2b yang tinggal menyisakan jilid 3nya.



Trilogi B2B - Jilid 2 : Alas Baluran

Setelah berpisah dengan om Rizky di Alun-alun Situbondo, Kami melanjutkan perjalanan ... masih dihari yang sama. Target hari ini minimal sampai di Pelabuhan Ketapang.

Rutenya musti melintasi alas (hutan, ... Redaksi) Taman Nasional Baluran. Yang masih dibumbui dengan cerita mistis, tentang setumpuk batu-batu yang akan kembali diposisi semula meskipun sudah berulangkali dipindahkan. Dilokasi inh juga kerap menjadi titik mogok truk-truk besar.

Alas Baluran merupakan sebuah kawasan hutan yang merupakan taman nasional, terkenal dengan satwa endemik ... banteng jawa, yang dibelah jalan raya yang merupakan jalur pantura yang berakhir di Ketapang, Banyuwangi.

Sekitar jam 2 siang, Saya sudah bersiap melintas alas Baluran. 2 botol besar air kemasan, sepotong roti dan sekotak madu. Jarak sekitar 30 km dengan estimasi waktu tempuh 2 sampai 3 jam. Rutenya rolling-rolling ga ada warung, hanya ada pos polisi yang menjadi titik break para pengendara.

Yo wis, bismillah ...ga ada tanjakan yg ga bisa digowes, sejauh apapun pasti pasti dimulai dari gowesan pertama. Istiqomah aja segowes demi segowes. Rute Alas Baluran disambut dengan tanjakan .. lumayan curam.

Selanjutnya mulai melintasi satu persatu pohon jati .. dominasinya.. diawal-awal nanjak terus, tak begitu tinggi tapi lumayan panjang. Jalan aspalnya bergelombang dipinggir-pinggir pertanda sering dilindas kendaraan dengan tonase besar.

Sesekali Kami mesti turun ke bahu jalan yang terdiri dari bebatuan kecil, ketika terpepet truk yang berpapasan, huh ... nasib ... size does matter.. jiah.

Setelah setengah rute mulai terdominasi oleh turunan-turunan, bonuslah setelah tanjakan-tanjakan diawal-awal rute. Beeak sejenak disitus yang menarik untuk foto-foto, waduk Bajul Mati yang sedang tahap pembangunan.

 
Setelah cekrek sana - cekrek sini, puas-puasin sambil ambil nafas, basahi tenggorokan. Kami lanjut gowes menyelesaikan rute Alas Baluran, dominasi turunan dan jalan yang lebih halus. Eh.. rupanya dari Waduk tadi ending Alas Baluran sudah tidak jauh.

Endingnya berupa gerbang menuju masuk Taman Nasional Alas Baluran. Karena penasaran dan baru jam 4 lewat, oh ya.. berarti Kami menyelesaikan etape eute Alas Baluran dalam 2 jam lewat dikit. Syukur .. timingnya pasa banget, melintas saat jam-jam tidak terlalu panas dan tidak juga kemaleman dalam hutan.

Tiket masuk TN Baluran lumayan mahal, 17 ribu, ... didapat dapat melihat savana, yang berakhir di tepi pantai. Membelah savana dengan jarak sekitaran 12 km. Dengan jalan aspal rusak, tapi itu kata si om Jagawana. Karena Kami tidak sanggup melintas jalan makadam, hanya sekitar 2km Kami minggir ... seduh kopi dan ... balik kanan menjelang maghrib. Ohya. ... didalam tersedia.kuga penginapan dengan harga paket 100 rb permalam.

Gowes hari ini, berakhir di sebuah penginapan di Tanjung Wangi, sekitar 4 km sebelum pelabuhan penyeberangan Ketapang. Kami memutuskan untuk menyeberang besok hari. Perlu waktu untuk bersih-bersih, mandi besar, cuci-cuci. Meskipun tiap hari jersey dicuci tapi karena prosesnya kurang sempurna, jadi bau tengik, dan rembesan basahan dari tas tempat perlengkapan mandi, nampaknya perlu dikeringkan sempurna, agar besok masuk Bali dalam kondisi wangi, cerah, ceria ... haghaghag !!!

>>> bersambung <<<

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 


Proses Rebuild Federal : Tahap 1 - Repaint

Kayaknya memang kecenderungan ya, suka barang-barang tua. Awalnya mobil, eh sekarang sepeda. Sama sekali ga diniati. Lagi gemar sepeda, juga akhirnya jatuh hati sama sepeda tua. Namanya barang tua sudah pasti kondisinya sudah memprihatinkan, terutama cat. Jadi keidean bikin tulisan mengenai proses rebuild sebuah sepeda tua. Salah satu proses itu adalah repaint.

Ketika dapat frame federal dengan kondisi cat penuh koreng... hehehehe.. maksudnya catnya sudah terkelupas disana-sini, .. sudah repaint tapi pilok akhirnya, diputuskan untuk cat ulang. Dalam proses cat ulang, bagian paling njlimetnya adalah membuang cat lama.


Cara paling mudah "kerok" cat lama adalah dengan paint remover. Cairan sejenis air keras yang bereaksi dengan cat. Paint remover bisa didapatkan ditoko material dengan kisaran harga 25 rban.

Cara pakainya cukup disapukan dengan kuas, tunggu beberapa menit sampai cat menggelembung. Selanjutnya kerok dengan kape. Untuk bagiab-bagian yang agak sulit seperti disambungan las, proses pengerokan bisa dibantu dengan sikat kawat. Proses ini memerlukan pengulangan beberapa kali sampai sisa-sisa cat terutama detail yang terselip kecil disela-sela las bersih sempurna.



Harap siapkan seember air bersih untuk membasuh bagian tubuh yang kena cipratan. Cipratannya jika mengenai kulit akan terasa terbakar, basuh dengan air akan meredakan. Atau lebih safety menggunakan sarung tangan dan pelindung kulit lainnya.

Proses ini memang paling " njlimet" dan membutuhkan kesabaran. Untuk mendapatkan frame yang bersih sempurna dari cat.


Untuk frame Federal Street cat seri awal ini, konsep Saya sengaja dibuat agar kuat kesan jadulnya. Jadi, Saya memerlukan frame yang bersih sempurna, karena warna yang ditonjolkan adalah warna besi (silverstone). Tampilannya sepintas mirip titanium.. haghaghag !

Setelah itu, dilanjutkan digosok menggunakan batu ijo dan amplas 1200 agar karat, dan belang sisa residu hilang... kinclong ! Gosok terus !!! Cuci bersih dengan sabun colek dan keringkan.

Sebelum difinishing, saya ingin menambahkan anting rd (rearend), menambah bidon menjadi triple bidon, dan menambahkan eyelet untuk rack. Untuk rearend prosesnya harus dilas.

Proses terakhir adalah melapisi dengan cat clear. Untuk melindungi bahan frame hi-ten dari karat.

Frame siap.. siap untuk dirakit !

Damn ! It's Triple Bidon !!!

Bidon atau bottle cage adalah part sepeda yang biasanya menempel di tube frame sepeda yang berfungsi untuk meletakan botol cadangan air minum. Meskipun sudah ada tas dry bag, tapi tas yang sama fungsinya ini (buat menyimpan cadangan air minum) biasanya dipakai disepeda XC.

Sedangkan pada sepeda genre touring tetap mempertahankan bidon. Bisa dipahami, untuk touring yang menempuh jarak ratusan kilometer akan sangat melelahkan punggung jika menggendong air minum 2 liter yang beratnya setara 2 kg.

Sangar Cak ! Triple Bidon !!!

Bahkan, untuk sepeda touring aslinya jumlah bidonnya bukan 1 atau 2, tapi 3. Nah, diartikel ini yuks ah Kita bahas cara menambahkan bidon disepeda. Federal atau sepeda vintage, modifikasi sedikit agar tampak sangar seperti sepeda touring pro, dengan triple bidon !

Hosting Unlimited Indonesia

Ada beberapa cara sebenarnya, ada bottle cage yang bisa dipasang disadel, disteam, dihandlebar, dll. Tapi artikel ini akan membahas menambah bottle cage diframe dengan rivet nut. Ikhlasin ya framenya dibor untuk menempatkan rivet nutnya.

Bahan yang diperlukan :


  • Rivet Nut
  • Bottle cage
  • Baut L
  • Bor + mata bor
rivet nut

bottle cage

L Bolt
(Sumber gambar : google.com)

Prinsip Kerja


Jika pernah memperhatikan tukang alumunium merakit sebuah rack atau etalase, ada paku rivet yang merupakan salah satu komponen pentingnya. Rivet Nut yang dipakai disini, cara kerjanya hampir sama dengan paku rivet yang Saya ilustrasikan diatas.

Rivet Nut sebenarnya terdiri dari 2 bagian nut/mur. Bagian luar dan bagian dalam. Bagian luar ada ulir dengan posisi vertikal yang nantinya akan mengunci pada frame, dan bagian dalam berulir yang berfungsi mengunci ulir bagian luar ke tube/frame.


Setelah frame kita bor dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran rivet nutnya. Selanjutnya Kita akan memutar nut bagian dalam agar tertarik keatas dan mengunci nut bagian luar ke frame. Untuk lebih detailnya kita bisa lihat video berikut :


Point Perhatian


Titik krusial saat modifikasi menambah bidon diframe sepeda touring yang perlu diperhatikan ada beberapa hal. Harap perhatikan baik-baik, karena tube frame akan dibor ! Kesalahan sepele bisa membuat masalah yang menjengkelkan.

  • agar hasil bor tidak membuat cat frame baret bisa melapisi tube  dengan stiker/scotlight, atau lakban.
  • pastikan ukuran mata bor pas dengan ukuran diameter luar rivet nut.
  • agar titik pengeboran pas, bisa dimal dulu dengan bottle cage dan kemudian dibuat titik dulu memakai paku.

Sekian !


CU at Next tips ...

Sepeda Touring Rasa Roadbike

Hei .. yang punya sepeda bagus-bagus dengan spesifikasi yang wah .. tapi ga pernah dipakai turing,.. sini Saya pinjem. Saya pinjem buat Mei nanti ke Bali digowes... hehehehe... sorry becanda. Tapi bahasan artikel kali ini tentang sepeda turing, eh pas kebetulan ada status FB yang mirip-mirip kalimat pembuka artikel ini.

Setelah selesai dirakit, Dignity merah putih yang selanjutnya kita sebut dengan inisial eMPe ini belum pernah dibawa jauh-jauh. Tapi sudah mengalami beberapa kali perombakan. Yang paling radikal adalah ganti handlebar menjadi genre dropbar.


belum fullloading .. 

Dan .. baru kesampaian minggu ini digowes jarak lumayan jauh, sekitar 150 km pp, fullgowes, fullgembolan, dengan elevasi trek 1400 meter. Hmmm.. gimana ya rasanya. FYI : berat sepeda ini kosongnya 19.8 kg, dengan gembolan tenda, 2 pannier taksiran Saya sekitar 40 kg lebih.

Masih ada beberapa masalah teknis si eMPe ini, awalnya steam yang dipakai terlalu pendek dengan leher steam terlalu panjang sehingga jangkauan tangan ke brakelever terlalu jauh. sudah diganti dengan steam panjang berleher pendek. 


Hmmm.. kualitas steamnya kurang bagus, bautnya dol. Lumayan susah nyari partnya karena ukurannya yang panjang, 20 cm. Ditengah jalan kemarin sempat lari-lari. Lama-lama arah handlebar melenceng sedikit demi sedikit, tapi kemarin di bengkel TOTO sudah beres, diganti punya sepeda mini Polygon yang kebetulan panjangnya cukup.

Sepeda Logistik


Acara bikecamping ke Curug Bulao merupakan edisi perdana Cuter mengadakan bikecamping. Pesertanya hanya 6 orang, dan seperti biasanya sepeda Saya kebagian jadi urusan  logistik. Angkut-angkut tenda, dan tetek bengek lainnya.

Sepeda Touring Rasa Roadbike


Framenya masih hi-ten, dan spesifikasi lainnya juga sepeda touring, ban onroad 26x1.75, rack pannier depan belakang, plus ditambah tas handlebar. Sudah cukup mumpuni buat touring.

Hanya yang membedakan, si eMPe ini dipadukan stang dropbar yang seharusnya atau biasanya atau identik dengan sepeda roadbike. Banyak (termasuk Saya) akan terlalu bungkuk dan pegal di sekitaran tangan dan badan bagian atas.

Penyesuaian Setingan dan Hasilnya 


Yang disesuaikan pertama adalah ketinggian handlebar, steam aslinya terlalu menduduk. Diganti steam tinggi dengan leher pendek, hasilnya sudah nyaman untuk jarak jauh. Hanya secara penampilan jadi agak canggung. Steam dan handlebar ketinggian.

Posisi genggaman tangan juga sedikit kagok diawal-awalnya. Jika dihandlebar model flat posisi utamanya genggaman jari-jari menghadap kedepan. Dihandlebar dropbar posisi utamanya adalah jari-jari menghadap kedalam.

Awal-awal menyebabkan otot lengan atas diatas siku sedikit menjadi pegal. Tapi, itu hanya bersifat sementara sekarang sudah menyesuaikan dan nyaman.

Kegakokan berikutnya, masalah pengereman. Dropbar setnya model sepasang brakelever tanpa ekstension. Agak kaget diawalnya, nyari-nyari brakelever ketika mau ngerem, haghaghag ! Butuh penyesuian beberapa hari agar tangan reflek ketika mendadak tangan menarik rem.

Ini yang paling keren menurut Saya, thumb shifter. Sekali tarik untuk gear belakang bisa loncat langsung dari 1 ke 7, itu RD dan sproket masih model MTB .. belum diupgrade ke yang khusus model roadbike saja sudah berfungsi baik.

Kelebihan lainnya, sama seperti model handlebar multibar atau handlebar butterfly. Banyak pilihan pegangan yang akan memperingan beban tangan. Jika sudah pegal dengan satu posisi bisa ganti posisi untuk sekedar merefresh tangan tanpa harus berhenti istirahat.

Overall, udah siap diajak touring ke Bali si eMPe ini dengan handlebar dropbarnya. Hanya perlu perbaikan di RD yang sudah tua dan fork depan yang ulirnya sudah agak aus.

CU at Next tips...


#‎xpdc100curug #fullgowes‬ ‪#‎7persenwarass‬ ‪#‎federal‬ ‪#‎bike2camping‬ ‪#‎cuter‬

 ‪#‎picknikers‬ ‪#‎gowes4healthdotblogspotdotcom‬

" jika bermanfaat ... tinggalain jejak ya ..share, like, atau comment di Blog ini, Thanks ! " 




Hosting Unlimited Indonesia